Senin, 8 Juni 2026

Jangan Jadikan Toraja Tumbal Megawatt

Jika manfaat tidak terasa setara dengan risiko ekologis dan sosial yang ditanggung, maka wajar bila proyek baru dibaca dengan kehati-hatian

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Jangan Jadikan Toraja Tumbal Megawatt
Tribun Toraja/ist
Fransiskus Allo (Pemerhati Toraja) 

Ataukah tetap mempertahankan identitas sebagai ruang budaya dan ekonomi berbasis pariwisata serta pertanian?

Ini bukan sekadar keputusan teknis. Ini pilihan sejarah.

Batas Moral Pembangunan

Transisi energi memang penting.

Dunia bergerak menjauh dari energi fosil, dan Indonesia tidak boleh tertinggal.

Tetapi transisi yang adil bukan hanya soal mengganti sumber energi.

Ia tentang memastikan bahwa dalam setiap langkah kemajuan, tidak ada komunitas yang dikorbankan diam-diam.

Toraja bukan ladang energi.

Ia adalah rumah budaya yang menyimpan ingatan, identitas, dan masa depan generasi.

Jika demi mengejar angka megawatt kita rela mengorbankan ruang hidup masyarakat adat, maka sesungguhnya yang kita korbankan bukan hanya Toraja, melainkan prinsip keadilan itu sendiri.

Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang paling cepat mengebor bumi, melainkan yang paling bijak menjaga rumahnya sendiri.(*)

Makale 19 Februari 2026

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved