Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta
Ia memiliki tempat produksi di Lembang Embatau, Kecamatan Tikala, Toraja Utara.
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/markus-so-langi-perlihatkan-parang-toraja-buatannya.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Parang khas Toraja tak hanya dikenal sebagai alat tradisional, tetapi juga bernilai seni tinggi hingga dibanderol mencapai Rp8 juta per buah.
Salah satu pengrajin parang Toraja, Markus So Langi, mengaku telah menekuni usaha pembuatan dan penjualan parang selama kurang lebih 40 tahun.
Ia memiliki tempat produksi di Lembang Embatau, Kecamatan Tikala, Toraja Utara.
Sementara lapak penjualannya berada di Pasar Sentral Makale, Jalan Tondon Mamullu, Kabupaten Tana Toraja.
Untuk menuju lapaknya, pengunjung harus masuk melalui pintu utama pasar, melewati beberapa lorong, lalu menemukan lapaknya di sisi kiri bagian bawah bersama deretan pedagang parang lainnya.
Markus mengatakan harga parang yang dijualnya bervariasi, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp8 juta tergantung bahan dan tingkat kerumitan pengerjaan.
“Kalau yang paling mahal itu sampai Rp8 juta karena sarungnya dibuat dari tanduk kerbau dan gagangnya memakai tulang rahang kerbau yang diukir khas Toraja,” ujarnya sambil menunjukkan parang termahalnya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan parang dengan harga fantastis tersebut tergolong langka dan biasanya dibeli untuk pajangan maupun hadiah.
Dalam proses pembuatannya, Markus menyebut bahan dasar parang umumnya menggunakan Baja Karbon (Carbon Steel), Per Mobil Bekas (Spring Steel), dan Stainless Steel,
Namun yang paling sering digunakan adalah per mobil karena dinilai lebih lentur, kuat dan tahan lama.
Menurutnya, parang buatannya telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Makassar, Kalimantan, Papua hingga wilayah lainnya di Indonesia.
“Kadang juga ada yang pesan sampai 10 parang dengan bentuk unik untuk dijadikan buah tangan,” katanya.
Ia bahkan mengaku pernah menerima pesanan parang hingga untuk Gubernur Sulawesi Selatan.
Di lapaknya, tampak berbagai jenis parang dengan bentuk dan ukiran khas Toraja dipajang rapi.
Selain parang, Markus juga menjual berbagai kerajinan lainnya seperti cobek batu, bingkai ukiran Toraja, kendi dari tanah liat, hingga kandaure atau manik-manik khas Toraja.
| Harga Cabai Rawit di Pasar Sentral Makale Tana Toraja Turun Rp20 Ribu Per Kilogram |
|
|---|
| Tomat Naik 100 Persen di Pasar Sentral Makale |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Sentral Makale Kian Pedis, Tomat Ikut Naik |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Sentral Makale Tana Toraja Turun Rp20 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Jelang Ramadan, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Makale Masih Stabil |
|
|---|