Opini: Paradoks Sektarian Menuju Pilkada Toraja 2024
Paradoks adalah suatu pernyataan atau sistuasi yang tampak tidak masuk akal; tetapi setelah direnungkan secara mendalam, maka bisa menjadi benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/251012023_Yan_Malino.jpg)
Selama ini, Toraja dikenal sebagai miniatur toleransi beragama di Sulawesi Selatan. Adanya kepentingan politik memanfaatkan pilihan sektarian dengan politik adu domba, masyarakat bisa kehilangan semangat kebersamaan dan merusak kohesi sosial masyarakat.
Menurut survei, masyarakat yang terdampak oleh politik sektarian menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan terhadap institusi agama dan pemerintahan lokal.
Dampak ini, tidak hanya merusak hubungan antaragama, tetapi juga melemahkan struktur sosial masyarakat secara keseluruhan.
Toraja sangat rentan terhadap dampak negatif dari ketegangan sosial yang disebabkan oleh isu sektarian keagamaan menuju Pilkada 2024.
Penting bagi para pemimpin lokal dan tokoh agama untuk berperan aktif dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan menjelang Pilkada 2024.
Referensi:
1. Supratikno, Agus. Agama Dan Politik. (Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2023), 26-31.
2. R. William Liddle. Identity Politics in Indonesia: Religion and Ethnicity as Electoral Instruments. (Oxford: Oxford University Press, 2010), 152.
3. A. Mulder. Religious Moderation in the Age of Politics.(New York: Routledge, 2019), 78.
| Bawaslu Tana Toraja Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2024 |
|
|---|
| Dua Kali Gubernur Andi Sudirman Tak Hadir di Toraja Utara Setelah Kalah Saat Pilkada |
|
|---|
| MK Diskualifikasi Semua Paslon Pilkada Barito Utara karena Politik Uang, KPU Siapkan Pilkada Ulang |
|
|---|
| Persoalan Pilkada Belum Usai, Kabupaten Puncak Jaya Rusuh, 6 Rumah Dibakar |
|
|---|
| Tak Ada Kampanye Akbar dalam PSU Pilkada 2024, KPU Fokus Efisiensi Anggaran |
|
|---|