Kamis, 7 Mei 2026

Opini: Paradoks Sektarian Menuju Pilkada Toraja 2024

Paradoks adalah suatu pernyataan atau sistuasi yang tampak tidak masuk akal; tetapi setelah direnungkan secara mendalam, maka bisa menjadi benar.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Opini: Paradoks Sektarian Menuju Pilkada Toraja 2024
ist
Yan Malino, Dosen IAKN Toraja 

Selama ini, Toraja  dikenal sebagai miniatur toleransi beragama di Sulawesi Selatan. Adanya kepentingan politik memanfaatkan pilihan sektarian dengan politik adu domba, masyarakat bisa kehilangan semangat kebersamaan dan merusak kohesi sosial masyarakat. 

Menurut survei, masyarakat yang terdampak oleh politik sektarian menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan terhadap institusi agama dan pemerintahan lokal. 

Dampak ini, tidak hanya merusak hubungan antaragama, tetapi juga melemahkan struktur sosial masyarakat secara keseluruhan.

Toraja sangat rentan terhadap dampak negatif dari ketegangan sosial yang disebabkan oleh isu sektarian keagamaan menuju Pilkada 2024

Penting bagi para pemimpin lokal dan tokoh agama untuk berperan aktif dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan menjelang Pilkada 2024

Referensi:
1.    Supratikno, Agus. Agama Dan Politik. (Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2023), 26-31.
2.    R. William Liddle. Identity Politics in Indonesia: Religion and Ethnicity as Electoral Instruments. (Oxford: Oxford University Press, 2010), 152.
3.    A. Mulder. Religious Moderation in the Age of Politics.(New York: Routledge, 2019), 78.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved