Pilkada 2024
Opini: Begal Politik Pilkada Tana Toraja
Paslon NICO-DARMA harus gigit jari gagal melenggang masuk arena pertarungan yang sesungguhnya karena B1KWK Partai Nasdem dialihkan ke paslon lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/31082024_Fransiskus_Allo.jpg)
Oleh Fransiskus Allo
Pemerhati Politik Toraja
TRIBUNTORAJA.COM - Begal adalah kata sifat yang berarti tindakan kriminal dengan cara kekerasan, dengan tujuan merampas harta milik korban.
Indonesia, terutama kota-kota besar, masih seringkali terjadi aksi pembegalan, korbannya tidak peduli laki-laki atau perempuan, yang jelas sasaran para begal biasanya adalah tempat-tempat dan jalan yang agak sepi.
Begitu target terdeteksi begal akan beraksi.
Tidak jarang korban mengalami luka bahkan ada yang meninggal.
Ini sekedar sebagai pengantar saja.
Beberapa hari terakhir ramai-ramai aksi demontrasi mahasiswa yang turun kejalan dengan meneriakkan "save konstitusi" dari "begal konstitusi'. Hal ini terpicu oleh langkah legislatif DPR RI yang hendak menganulir putusan MK tentang ambang batas pencalonan dalam Pilkada serta batasan usia peserta Pilkada dengan memanfaatkan celah revisi UU Pilkada.
Tindakan ini dipandang sebagai aksi pembegalan terhadap konstitusi yang seharusnya final dan mengikat.
Akhirnya, aksi pembegalan itu tidak berlanjut dengan gagalnya paripurna pengesahan revisi UU Pilkada yang sudah disetujui Baleg DPR RI sehari sebelumnya.
Ternyata dalam perhelatan politik Pilkada Tana Toraja, aksi saling begal itupun terjadi.
Sebagaimana diketahui publik Tana Toraja bahwa sebelumnya Partai Nasdem sudah memilih pasangan Nikodemus Biringkanae dan Kombes Pol Darma Lelepadang sebagai calon usungan Nasdem pada Pilkada Tana Toraja.
APK pasangan Nico-Darma sudah tersebar di seluruh pelosok wilayah Tana Toraja.
Namun sungguh sangat mengejutkan di ujung. Sehari jelang pendaftaran tanggal 27 Agustus ke KPU, Nasdem berubah arah pilihan.
Rupanya, Nasdem "DIBEGAL" .
Lalu apakah kata Begal itu terlalu berlebihan disematkan pada konteks tersebut? Biarlah publik yang menilainya.
| MK Diskualifikasi Semua Paslon Pilkada Barito Utara karena Politik Uang, KPU Siapkan Pilkada Ulang |
|
|---|
| PSU Pilkada 2024 Butuh Anggaran Rp719 Miliar, Mendagri Klaim Lebih Efisien |
|
|---|
| Sosok Trisal Tahir, Kemenangannya Dianulir MK Karena Dugaan Ijazah Palsu, Aset Hampir Rp 1 Triliun |
|
|---|
| Daftar Lengkap 16 Pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Sulsel Siap Dilantik 20 Februari 2025 |
|
|---|
| Nasib Ombas-Marthen di MK Ditentukan 4 Februari, Jika Ditolak, Dedy-Andrew Ikut Pelantikan Gel 1 |
|
|---|