Kamis, 7 Mei 2026

Pilkada 2024

Opini: Begal  Politik Pilkada Tana Toraja 

Paslon NICO-DARMA harus gigit jari gagal melenggang masuk arena pertarungan yang sesungguhnya karena B1KWK Partai Nasdem dialihkan ke paslon lain.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Opini: Begal  Politik Pilkada Tana Toraja 
ist
Fransiskus Allo, pemerhati politik Tana Toraja 

Oleh Fransiskus Allo
Pemerhati Politik Toraja

TRIBUNTORAJA.COM - Begal adalah  kata sifat yang berarti tindakan kriminal dengan cara kekerasan, dengan tujuan merampas harta  milik korban.

Indonesia, terutama kota-kota besar, masih seringkali terjadi aksi pembegalan, korbannya tidak peduli laki-laki atau perempuan, yang jelas sasaran para begal biasanya adalah tempat-tempat dan jalan yang agak sepi.

Begitu target terdeteksi begal akan beraksi.

Tidak jarang korban mengalami luka bahkan ada yang meninggal. 

Ini sekedar sebagai pengantar saja.

Beberapa hari terakhir ramai-ramai aksi demontrasi mahasiswa yang turun kejalan dengan meneriakkan "save konstitusi" dari "begal konstitusi'. Hal ini terpicu oleh langkah legislatif DPR RI yang hendak menganulir putusan MK tentang ambang batas pencalonan dalam Pilkada serta batasan usia peserta Pilkada dengan memanfaatkan celah revisi UU Pilkada.

Tindakan ini dipandang sebagai aksi pembegalan terhadap konstitusi yang seharusnya final dan mengikat.

Akhirnya, aksi pembegalan itu tidak berlanjut dengan gagalnya paripurna pengesahan revisi UU Pilkada yang sudah disetujui Baleg DPR RI sehari sebelumnya.

Ternyata dalam perhelatan politik Pilkada Tana Toraja, aksi saling begal itupun terjadi.

Sebagaimana diketahui publik Tana Toraja bahwa sebelumnya Partai Nasdem sudah memilih pasangan Nikodemus Biringkanae dan Kombes Pol Darma Lelepadang sebagai calon usungan Nasdem pada Pilkada Tana Toraja.

APK pasangan Nico-Darma sudah tersebar di seluruh pelosok wilayah Tana Toraja.

Namun sungguh sangat mengejutkan di ujung. Sehari jelang pendaftaran tanggal 27 Agustus ke KPU, Nasdem berubah arah pilihan.

Rupanya, Nasdem "DIBEGAL" .

Lalu apakah kata Begal itu terlalu berlebihan disematkan pada konteks tersebut? Biarlah publik yang menilainya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved