Minggu, 19 April 2026

Opini: Budaya Toraja dalam Kerangka Keislaman

Kehadiran Islam di tengah masyarakat Toraja memberikan suasana baru dalam pelaksanaan adat-istiadat di Toraja.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Opini: Budaya Toraja dalam Kerangka Keislaman
ist
Zul Syahril 

Sejarah masuknya islam di Toraja belum dapat dipetakan dengan baik. Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Johan wahyudi mengatakan bahwa masyarakat Toraja pertama kali berinteraksi dengan Islam setidaknya pada awal abad ke ke 18. 

Aktivitas perdagangan yang berpusat di Makassar pada saat itu menjadi salah satu faktor pendorong  masuknya Islam di Toraja. 

Pada masa itu, para pedagang Islam dari Makasar memasuki wilayah Toraja untuk berdagang. Tidak jarang dari mereka yang merasa nyaman lalu menetap dan kawin dengan penduduk lokal. 

Hubungan dagang dan perkawinan menjadi awal masuknya Islam  di wilayah Toraja. 

Menurut catatan sejarah, perkawinan pemuda muslim dengan penduduk lokal Toraja terjadi pertama kali di lembang Madandan, Tana Toraja. Sosok pemuda muslim tersebut merupakan bangsawan asal Luwu bernama Opu Demmakalu'. 

Ia menikah dengan wanita asal Madandan bernama Rangga. Dengan begitu, Istri dari Opu Demmakalu’ dianggap sebagai orang Toraja pertama yang memeluk Islam.

Jika pedagang muslim  telah berinteraksi dengan penduduk Toraja sejak abad ke-18, maka dapat disimpulkan bahwa Islam masuk lebih awal dibanding Kekristenan. 

Argumen tersebut diperkuat dengan sumber yang mengatakan bahwa Kekristenan masuk ke Bumi Lakipadada di awal abad ke-19. Terlebih lagi daerah Luwu di wilayah timur Toraja telah mengenal Islam sejak abad ke- 16.  

Meskipun Islam masuk lebih awal dibanding Kekristenan, tidak serta merta membuat Islam diterima dengan baik. Ajaran Kristen memiliki banyak titik temu dengan kepercayaan Aluk Todolo

Fleksibilitas semacam itu membuat Kekristenan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat lokal. Selain itu, terdapat sejarah kelam yang memperburuk citra  Islam di mata masyarakat Toraja.

Budaya Toraja dan Keislaman

Budaya Toraja memberi pengaruh kuat terhadap kehidupan masyarakat Toraja. Baik umat Nasrani maupun umat Islam. Keduanya  tak lepas dari pengaruh budaya Toraja

Pengaruh budaya Toraja dalam kehidupan beragama umat Islam memang tidak lagi dapat dihindari. Terutama bagi kaum muslim berdarah Toraja. 

Ritual adat yang dikemas dalam nuansa Islami telah banyak dilakukan di Toraja. Contohnya pelaksanaan rambu solo' yang digelar oleh keluarga muslim di Tarongko, Kecamatan Makale pada tahun 2022. 

Pelaksanaan rambu solo' oleh umat muslim tentunya berbeda dengan yang dilakukan oleh umat Nasrani. Setidaknya ada dua perbedaan besar yaitu waktu pemakaman dan jenis hewan yang disembelih. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved