Jumat, 22 Mei 2026

Kesehatan

Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi ini tidak mempertimbangkan dampak pola makan lainnya, seperti puasa atau pola makan Mediterania, terhadap risiko diabetes di antara peserta...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Freepik
Ilustrasi. 

Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan tubuh kesulitan mengatur glukosa darah, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, kurang tidur atau tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, memengaruhi pelepasan hormon penting seperti kortisol, glukagon, dan hormon pertumbuhan.

Hormon-hormon ini membantu menjaga keseimbangan glukosa darah dan energi tubuh.

 

Baca juga: Cara Praktis Mengatasi Penyakit Insomnia atau Susah Tidur di Malam Hari

 

Gangguan ritme sirkadian dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatur glukosa darah seiring waktu, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Meskipun penelitian ini fokus pada orang yang tidur kurang dari delapan jam, risiko diabetes tipe 2 juga dapat meningkat pada mereka yang tidur lebih dari delapan jam.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa risiko diabetes tipe 2 meningkat baik pada orang yang tidur kurang dari tujuh jam maupun lebih dari delapan jam setiap malam.

 

Baca juga: Perhatikan Tanda-tanda Diabetes, Ada 8 Gejala yang Perlu Diwaspadai

 

Alasan tidur lebih lama berkaitan dengan penambahan berat badan, yang juga merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.

Ini juga berlaku untuk mereka yang kurang tidur, yang cenderung memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved