Kesehatan

Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi ini tidak mempertimbangkan dampak pola makan lainnya, seperti puasa atau pola makan Mediterania, terhadap risiko diabetes di antara peserta...

Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Penelitian terkini menunjukkan bahwa kurang tidur, yaitu kurang dari enam jam setiap malam, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Para peneliti menganalisis data dari UK Biobank, sebuah basis data biomedis yang berperan sebagai sumber daya global untuk penelitian medis dan kesehatan.

Mereka memeriksa informasi dari 247.867 orang dewasa, mengikuti perkembangan kesehatan mereka selama lebih dari satu dekade.

 

 

Studi ini bertujuan untuk memahami korelasi antara durasi tidur dan diabetes tipe 2, serta apakah pola makan sehat dapat mengurangi dampak negatif kurang tidur terhadap risiko diabetes.

Sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam UK Biobank, peserta ditanya tentang waktu tidur mereka dalam sehari.

Durasi tidur normal dianggap antara tujuh hingga delapan jam per malam.

 

Baca juga: Ayo Mulai Sekarang, Ini Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan

 

Sementara itu, tidur kurang dibagi menjadi tiga kategori: ringan (enam jam), sedang (lima jam), dan ekstrim (tiga hingga empat jam).

Peneliti kemudian mengaitkan data tidur dengan informasi tentang pola makan peserta.

Sekitar 3,2 persen peserta didiagnosis menderita diabetes tipe 2 selama masa penelitian.

 

Baca juga: Langsung Tidur Setelah Sahur Puasa Ramadan Ternyata Bisa Picu Penyakit Maag

 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved