Jumat, 22 Mei 2026

Kesehatan

Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi ini tidak mempertimbangkan dampak pola makan lainnya, seperti puasa atau pola makan Mediterania, terhadap risiko diabetes di antara peserta...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Penelitian terkini menunjukkan bahwa kurang tidur, yaitu kurang dari enam jam setiap malam, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Para peneliti menganalisis data dari UK Biobank, sebuah basis data biomedis yang berperan sebagai sumber daya global untuk penelitian medis dan kesehatan.

Mereka memeriksa informasi dari 247.867 orang dewasa, mengikuti perkembangan kesehatan mereka selama lebih dari satu dekade.

 

 

Studi ini bertujuan untuk memahami korelasi antara durasi tidur dan diabetes tipe 2, serta apakah pola makan sehat dapat mengurangi dampak negatif kurang tidur terhadap risiko diabetes.

Sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam UK Biobank, peserta ditanya tentang waktu tidur mereka dalam sehari.

Durasi tidur normal dianggap antara tujuh hingga delapan jam per malam.

 

Baca juga: Ayo Mulai Sekarang, Ini Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan

 

Sementara itu, tidur kurang dibagi menjadi tiga kategori: ringan (enam jam), sedang (lima jam), dan ekstrim (tiga hingga empat jam).

Peneliti kemudian mengaitkan data tidur dengan informasi tentang pola makan peserta.

Sekitar 3,2 persen peserta didiagnosis menderita diabetes tipe 2 selama masa penelitian.

 

Baca juga: Langsung Tidur Setelah Sahur Puasa Ramadan Ternyata Bisa Picu Penyakit Maag

 

Meskipun pola makan sehat terkait dengan risiko diabetes yang lebih rendah secara keseluruhan, peserta yang makan sehat namun tidur kurang dari enam jam per hari memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Menurut penelitian ini, tidur lima jam dikaitkan dengan risiko 16 persen lebih tinggi untuk diabetes tipe 2, sementara risiko meningkat hingga 41 persen bagi mereka yang tidur tiga hingga empat jam, dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Salah satu keterbatasan studi ini adalah definisi pola makan sehat, yang didasarkan pada asupan harian atau mingguan buah, sayuran, daging merah, dan ikan.

 

Baca juga: Mengenal Insomnia, Penyakit Susah Tidur yang Bisa Bikin Daya Ingat Menurun

 

Studi ini tidak mempertimbangkan dampak pola makan lainnya, seperti puasa atau pola makan Mediterania, terhadap risiko diabetes di antara peserta yang kurang tidur.

Selain itu, informasi tentang durasi tidur dan pola makan peserta hanya dikumpulkan pada awal studi dan mungkin berubah seiring berjalannya waktu.

 

 

Mengapa Ini Terjadi?

Pada diabetes tipe 2, tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, hormon yang mengatur glukosa dalam darah.

Para peneliti tidak sepenuhnya memahami alasan mengapa kurang tidur meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar penanda inflamasi dan asam lemak bebas dalam darah, mengganggu sensitivitas insulin dan meningkatkan resistensi insulin.

 

Baca juga: Urutan Waktu Ideal Tidur Berdasarkan Umur yang Direkomendasikan

 

Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan tubuh kesulitan mengatur glukosa darah, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, kurang tidur atau tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, memengaruhi pelepasan hormon penting seperti kortisol, glukagon, dan hormon pertumbuhan.

Hormon-hormon ini membantu menjaga keseimbangan glukosa darah dan energi tubuh.

 

Baca juga: Cara Praktis Mengatasi Penyakit Insomnia atau Susah Tidur di Malam Hari

 

Gangguan ritme sirkadian dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatur glukosa darah seiring waktu, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Meskipun penelitian ini fokus pada orang yang tidur kurang dari delapan jam, risiko diabetes tipe 2 juga dapat meningkat pada mereka yang tidur lebih dari delapan jam.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa risiko diabetes tipe 2 meningkat baik pada orang yang tidur kurang dari tujuh jam maupun lebih dari delapan jam setiap malam.

 

Baca juga: Perhatikan Tanda-tanda Diabetes, Ada 8 Gejala yang Perlu Diwaspadai

 

Alasan tidur lebih lama berkaitan dengan penambahan berat badan, yang juga merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.

Ini juga berlaku untuk mereka yang kurang tidur, yang cenderung memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved