Ramadan 1445 Hijriyah
Jejak Sejarah Dakwah Muhammadiyah di Tana Toraja
Saat itu, masyarakat Tana Toraja sudah menganut agama Kristen, selain kepercayaan Aluk Todolo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/23052023_Muhammadiyah.jpg)
Strategi Dakwah
Ketua PDM menyebut ke-Islaman orang Toraja diwarnai oleh Muhammadiyah. Ini terbukti, masjid raya Toraja adalah masjid Muhammadiyah. Zainal juga didapuk sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Terkait eksistensi di tengah masyarakat, Muhammadiyah Tator juga tergolong aktif turun tangan dengan Lazismu-nya. Masyarakat Toraja sudah tidak asing dengan aksi sosial Muhammadiyah, melalui Lazismu.
Demikian pula MDMC. Saat bencana melanda Mamuju dan Masamba, Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Tator menjadi tempat transit dan penampungan relawan juga logistik.
“Alhamdulillah. Dalam aksi kemanusiaan, Muhammadiyah di Tana Toraja selalu terdepan. Silakan tanya. Jadi, kami mendakwahkan Muhammadiyah bukan untuk sekadar supaya mereka masuk Islam,” kata dia.
Pimpinan Muhammadiyah Tana Toraja menyadari betul bahwa pihaknya seharusnya tidak hanya berdakwah, tapi juga mencari peluang dakwah. “Kami sadar betul, Muhammadiyah itu gerakan tajdid, yang kami lakukan di sini itu,” tegas dia.
Hal yang tidak kalah penting, kata Kiai Zainal adalah menyinergikan dakwah dengan kearifan lokal. Demikian pula dengan melihat potensi untuk berdakwah efektif.(selengkapnya baca di https://umsrappang.ac.id/bagaimana-dakwah-muhammadiyah-di-tana-toraja)