Selasa, 19 Mei 2026

MENGAPA INDONESIA CHAOS? Surat Terbuka untuk Jenderal Prabowo Subianto

Saya menulis ini dengan hati dan pikiran yang Insya Allah bersih ingin melihat Indonesiaku baik-baik saja.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto MENGAPA INDONESIA CHAOS? Surat Terbuka untuk Jenderal Prabowo Subianto
dok pribadi
Direktur Eksekutif Visi Indonesia Consulting, Saparuddin Santa 

Oh yah Jenderal, penyebab berikutnya mengapa hari ini terjadi kerusuhan, Anda kurang peka secara politik menurut saya.

Anda berusaha merangkul semua partai di Parlemen. 

Dengan memberikan amnesty ke Hasto sesungguhnya anda sedang menutup lubang oposisi. 

Itu tentu baik untuk posisi menjaga dan menguatkan posisi Presidensial anda. Tapi anda lupa satu hal, dengan menutup lubang oposisi, sesungguhnya anda sedang menutup ruang dialektika dan ruang kristis di pemerintahan anda. 

Kritik telah diambil alih oleh ruang-ruang medsos yang tidak terorganisir, dan bukan untuk tujuan mulia, yaitu memperbaiki Negara. Dan dampaknya merusak. 

Bagi saya, pemimpin terlemah, adalah pemimpin yang tidak mau di kritik kebijakannya. Akibatnya fatal, sebab satu-satunya kanal kritik yang bisa mengubah hajat hidup orang banyak, adalah di DPR. 

Mengapa? karena disanalah kebijakan anda akan di uji, apakah kebijakan pemerintahan anda itu untuk kepentingan “golongan” anda ataukah benar untuk seluruh rakyat Indonesia. 

Mengapa saya masih meragukan bahwa anda berjuang “bukan” untuk seluruh rakyat Indonesia? Sederhana saja saya mengujinya, anda membuat murah harga dari penghargaan Bintang Maha Putra. 

Anda seperti tidak paham bahwa dengan memberikan penghargaan ke orang-orang sekeliling anda, sesungguhya anda sedang menunjukkan niat anda yang sesungguhnya menjadi presiden. 

Baik Jenderal, kopinya di minum dulu. 

Terakhir saya mau sampaikan kepada anda, sebagai rakyat anda, bolehkah saya meminta satu hal? Jika boleh, ijinkan saya bicara tegas pada anda hari ini. 

Ini adalah permintaan yang menurut saya, bisa membuat keadaan hari ini bisa pulih kembali. 

Pertama, minta seluruh anggota DPR berkumpul di Istana Negara, dan bersama menteri-menteri anda, Panglima TNI, Kapolri berdiri di depan Istana Negara. 

Saya minta anda bersama dengan seluruh jajaran kabinet dan anggota DPR RI untuk membungkuk selama 8 (delapan) menit. 

Lakukan itu dengan tulus dan rasa bersalah yang ikhlas, bahwa anda bersama seluruh pejabat Indonesia menyesal belum bisa berbuat maksimal untuk rakyat Indonesia. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved