Opini: Ketahanan Pangan
Unsur unsur ketahanan pangan harus diciptakan sepenuhnya dan secepat mungkin, sepeeri bibit pertanian, peternakan dan perkebunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/panen-raya-nonongan-toraja-utara-742025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Indonesia, sebuah negara dengan sebutan Zamrud Katulustiwa.
Sebutan ini bukan isapan jempol. Karena Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang.
Apa yang tumbuh dan berkembanga? Tentu adalah jumlah penduduk.
Maka akan ada masa di mana Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi. Kapan itu?
Itulah yang sulit dijawab. Dikatakan Bonus karena ini nilai Plus. Yang lahir dari sebuah pertumbuhan manusia. Jika pada akhirnya bukan Plus, maka akhirnya adalah dampak.
Maka yakinlah, dan wajiblah bagi seluruh anak bangsa ini punya rasa memiliki dari setiap jengkal kehidupan tanah air.
Oleh sebab itu, faktor pendukung yang utama dalam Bonus Demografi bukan menurunkan angka stunting atau Bebas Narkoba tapi "ketahanan pangan".
Ini bukan konsep, ketahanan pangan adalah suatu cipta kondisi yang harus dilaksanakan agar kekuatan keluarga tercipta.
Kekuatan keluarga tidak terganggu, dari mulai agam sosial dan budayanya. Ketahanan pangan ini adalah Gudang Logistik. Yang harus nyata bukan hanya angka.
Sementara Bonus demografi: Stunting adalah Angka.
Unsur unsur ketahanan pangan harus diciptakan sepenuhnya dan secepat mungkin. Unsur itu antara lain bibit pertanian, peternakan dan perkebunan.
Antara lain lahan yang mendukung, juga perilaku manusia dalam menciptakan terwujudnya ketahanan pangan.
Maka Indonesia dengan jumlah penduduk yang 280 juta lebih menjadi ancaman jika unsur unsur diatas mengalami deviasi.
Target awal beras sudah mulai surplus dan harus digudangkan dan dicadangkan agar kokoh kesiapan ketahanan pangan.
Maka timbulnya tuntutan warga negara akan bebas korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Itu buka sebuah pelanggaran hukum. Namun itu hak mutlak warga negara dan dijamin oleh Undang Undang.
| Juara Rinjani 100 Ultra 2026, Dian Salurante Dapat Penghargaan dari Bupati Toraja Utara |
|
|---|
| Polres Toraja Utara Tangkap Enam Warga Berjudi Ma'pasilaga Tedong |
|
|---|
| Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta |
|
|---|
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Tipikor Polres Toraja Utara Serahkan Sisa Pengembalian Dana PPPK |
|
|---|