Kreditur Sepakati Penutupan Permanen PT Sritex, Aset Pailit Segera Dilelang
Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menyatakan bahwa hasil keputusan rapat kreditur ini tidak sesuai dengan harapan perusahaan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Presiden-Direktur-Sritex-Iwan-Kurniawan-Lukminto.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, SEMARANG – Rapat kreditur terkait kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada Jumat (28/2/2025) memutuskan bahwa perusahaan tidak akan melanjutkan operasionalnya atau menjalankan skema going concern.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan untuk tetap beroperasi.
Sebagai langkah selanjutnya, proses penyelesaian utang akan dilakukan melalui pelelangan aset pailit.
Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Semarang, Haruno Patriadi, dalam rapat kreditur yang berlangsung di Semarang, menegaskan bahwa keputusan ini berdasarkan laporan yang diajukan oleh kurator dan debitur pailit.
"Dengan kondisi yang telah dijelaskan oleh kurator dan debitur pailit, tidak mungkin dilakukan going concern," ujar Haruno, dikutip dari Antara.
Ia juga menegaskan bahwa PT Sritex dalam kondisi insolven, artinya perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk melunasi kewajibannya kepada kreditur.
Baca juga: PT Sritex Resmi Tutup 1 Maret 2025 usai Dinyatakan Pailit, Lebih 10 Ribu Karyawan Kena PHK
Kurator kepailitan PT Sritex, Denny Ardiansyah, menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan operasional perusahaan diambil setelah 21 hari pembahasan bersama pihak debitur pailit.
Menurutnya, tidak ada skema yang memungkinkan perusahaan tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kerugian yang lebih besar.
"Dalam pertemuan dengan debitur, telah dipastikan bahwa tidak ada opsi going concern," kata Denny.
Baca juga: 10 Ribu Buruh Sritex Bakal Geruduk Istana
| Kronologi Bus Wisata Terguling di Tol Pemalang Jawa Tengah, 3 Meninggal Belasan Luka |
|
|---|
| Siswa SMP di Grobogan Jateng Tewas Dibully, Kepala Disdik Minta Maaf |
|
|---|
| Siswa SMP di Grobogan Meninggal Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Unsur Kekerasan |
|
|---|
| Dataran Tinggi Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Buka Peluang Wisata dan Riset |
|
|---|
| Strategi Wali Kota Solo Pastikan Program MBG Tanpa Insiden Keracunan |
|
|---|