Sabtu, 11 April 2026

Kreditur Sepakati Penutupan Permanen PT Sritex, Aset Pailit Segera Dilelang

Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menyatakan bahwa hasil keputusan rapat kreditur ini tidak sesuai dengan harapan perusahaan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kreditur Sepakati Penutupan Permanen PT Sritex, Aset Pailit Segera Dilelang
Tribun Jateng/HO
SRITEX BANGKRUT - Presiden Direktur Sritex Iwan Kurniawan Lukminto sapa karyawan berunjuk rasain di Pengadilan Negeri Semarang, Januari 2025 lalu. Rapat kreditur dalam kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Jumat (28/2/2025), memutuskan tidak ada keberlanjutan usaha atau going concern. 

TRIBUNTORAJA.COM, SEMARANG – Rapat kreditur terkait kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada Jumat (28/2/2025) memutuskan bahwa perusahaan tidak akan melanjutkan operasionalnya atau menjalankan skema going concern.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan untuk tetap beroperasi.

Sebagai langkah selanjutnya, proses penyelesaian utang akan dilakukan melalui pelelangan aset pailit.

 

 

Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Semarang, Haruno Patriadi, dalam rapat kreditur yang berlangsung di Semarang, menegaskan bahwa keputusan ini berdasarkan laporan yang diajukan oleh kurator dan debitur pailit.

"Dengan kondisi yang telah dijelaskan oleh kurator dan debitur pailit, tidak mungkin dilakukan going concern," ujar Haruno, dikutip dari Antara.

Ia juga menegaskan bahwa PT Sritex dalam kondisi insolven, artinya perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk melunasi kewajibannya kepada kreditur.

 

Baca juga: PT Sritex Resmi Tutup 1 Maret 2025 usai Dinyatakan Pailit, Lebih 10 Ribu Karyawan Kena PHK

 

Kurator kepailitan PT Sritex, Denny Ardiansyah, menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan operasional perusahaan diambil setelah 21 hari pembahasan bersama pihak debitur pailit.

Menurutnya, tidak ada skema yang memungkinkan perusahaan tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kerugian yang lebih besar.

"Dalam pertemuan dengan debitur, telah dipastikan bahwa tidak ada opsi going concern," kata Denny.

 

Baca juga: 10 Ribu Buruh Sritex Bakal Geruduk Istana

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved