Siswa SMP di Grobogan Jateng Tewas Dibully, Kepala Disdik Minta Maaf
Kasus bullying di SMPN 1 Geyer, Grobogan, menewaskan siswa berusia 12 tahun. Dinas Pendidikan Grobogan meminta maaf, membentuk tim investigasi...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251013-_-Pemakaman-Angga-Korban-Perundungan-SMP-Negeri-1-Geyer.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, GROBOGAN – Kasus dugaan bullying yang menewaskan Angga Bagus Perwira (12), siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Geyer, Grobogan, Jawa Tengah, mengundang keprihatinan mendalam dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan.
Kepala Dinas Pendidikan Grobogan, Purnyomo, menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh sekolah untuk memperkuat pengawasan dan memastikan lingkungan belajar yang aman serta bebas kekerasan.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga ini pertama dan terakhir,” ujar Purnyomo di kantornya, Selasa (14/10/2025).
Tindak Lanjut dan Investigasi
Menurut Purnyomo, pihaknya telah menurunkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk melakukan investigasi mendalam di SMPN 1 Geyer.
“Untuk permasalahan kami serahkan kepada pihak yang berwajib, tetapi kami juga menelaah persoalan ini secara utuh. Termasuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang berkonflik dengan hukum,” jelasnya.
Selain investigasi, Dinas Pendidikan Grobogan juga melakukan takziah ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada orangtua Angga.
“Kami sesalkan ini bisa terjadi. Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh,” imbuhnya.
Purnyomo menegaskan pentingnya peran sekolah dan orangtua dalam menciptakan lingkungan bebas kekerasan.
“Kami akan sambang sekolah melakukan evaluasi dengan seluruh pihak supaya kejadian serupa tak terulang. Kasus ini membuka mata kita bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab orangtua, sekolah, dan pemerintah,” katanya.
Baca juga: Siswa SMP di Grobogan Meninggal Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Unsur Kekerasan
| BNPB: 914 Orang Tewas dan 389 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera |
|
|---|
| Alvaro Kiano Diduga Dibunuh Ayah Tiri, Sang Ibu Putuskan Berhenti Bekerja di Luar Negeri |
|
|---|
| Empat Orang Tewas dalam Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Sumatera Utara |
|
|---|
| Murid SD di Pekanbaru Tewas Diduga Akibat Bullying, Keluarga Tempuh Jalur Hukum |
|
|---|
| Menkomdigi Ungkap 45 Persen Anak Indonesia Jadi Korban Bully Lewat Chatting |
|
|---|