Ribuan Siswa SMP di Makassar Berstatus Ilegal, DPRD Akan Panggil Kadis Pendidikan
DPRD juga berencana melakukan inventarisasi data untuk mengidentifikasi sekolah mana saja yang siswanya belum terdaftar.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Legislator-DPRD-Kota-Makassar-Komisi-B-Ari-Ashari-Ilham-bf.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR – Kasus ribuan siswa di Kota Makassar yang belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi perhatian serius DPRD Makassar.
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menyebutkan bahwa persoalan ini menunjukkan adanya kelalaian Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Sebagai Sekretaris Partai NasDem Makassar, Ari merasa prihatin karena status siswa yang tidak terdaftar di Dapodik dapat menimbulkan dampak serius, termasuk tidak dapatnya mereka menerima ijazah.
Komisi D DPRD Makassar telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk meminta klarifikasi.
Pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 Januari 2025, di kantor DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani, dengan tujuan mendapatkan penjelasan dan solusi terkait masalah ini.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan bahwa ini adalah bentuk kelalaian pemerintah daerah, khususnya Disdik.
Baca juga: Heboh Guru SMP di Parepare Aniaya Siswa, Disdik: Wartawan Provokator
"Jika siswa tidak terdaftar di Dapodik, mereka tidak akan mendapatkan ijazah dan dinyatakan ilegal. Ini adalah tanggung jawab pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, untuk memastikan semua siswa terdata," tegas Ari saat diwawancarai, Jumat (17/1/2025).
Menurut Ari, masalah ini terungkap setelah Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan adanya 1.323 siswa yang belum terdaftar di Dapodik.
"Kami akan meminta klarifikasi langsung dari Kadis Pendidikan untuk mengetahui penyebab dan solusi atas permasalahan ini," ujarnya.
Baca juga: Ombudsman Sulsel Selidiki Penyebab Ribuan Siswa SMP di Makassar Berstatus Ilegal
| Warga Buntu Pepasan Bakal Kaya Raya, Bupati Toraja Utara Izinkan Dulang Emas di Sungai Mai’ting |
|
|---|
| Siswa SMP di Tangsel Tewas Akibat Bullying, Menteri PPPA: Usut Tuntas! |
|
|---|
| Viral Video Perkelahian Dua Siswa SMP di Tana Toraja, Pihak Sekolah Langsung Mediasi dan Damai |
|
|---|
| Kapolrestabes Makassar Menolak Bebaskan Mahasiswa UNM Tersangka Kasus Pembakaran Gedung DPRD |
|
|---|
| Rapat Paripurna HUT 356 Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Diisi Curhat Pembakaran Gedung DPRD |
|
|---|