Kesehatan
Food Coma: Penyebab Ngantuk Setelah Makan dan Cara Mengatasinya
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat mengurangi risiko food coma dan tetap produktif setelah makan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tradisi-megibung-di-bali-jelang-bulan-ramadan-2032023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM — Food coma adalah istilah populer yang menggambarkan kondisi mengantuk setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postprandial somnolence.
Melansir laman Healthline, food coma merupakan respons alami tubuh selama proses pencernaan.
Setelah makan, tubuh mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan untuk membantu memecah dan menyerap nutrisi, sehingga aliran darah ke otak sedikit berkurang.
Hal ini dapat menyebabkan rasa kantuk.
Selain itu, makanan kaya karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti, atau pasta, dapat memicu lonjakan kadar gula darah.
Baca juga: 5 Minuman Herbal untuk Mengatasi Lemas dan Mengembalikan Energi Tubuh
Lonjakan ini meningkatkan produksi insulin, yang kemudian merangsang pelepasan hormon serotonin dan melatonin.
Kedua hormon ini berperan dalam mengatur siklus tidur dan menyebabkan kantuk.
Sistem saraf parasimpatis juga aktif setelah makan untuk membantu pencernaan, yang membuat tubuh lebih rileks dan cenderung mengantuk.
Baca juga: Hati-Hati, 5 Jenis Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Batu Empedu
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|