Sains
Siap-siap, Ada Fenomena Gerhana Bulan Sebagian pada 17 September 2024
Fenomena gerhana Bulan sebagian terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak sepenuhnya sejajar.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-gerhana-bulan-722023.jpg)
Supermoon terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yang dipengaruhi oleh bentuk orbit Bulan yang tidak sepenuhnya bulat.
Thomas juga menjelaskan bahwa supermoon dapat berdampak pada peningkatan ketinggian air laut.
"Purnama, baik dengan gerhana atau tanpa gerhana, menyebabkan pasang maksimum air laut," jelasnya.
Baca juga: 2 Fenomena Hujan Meteor Akan Terlihat di Langit Indonesia, Catat Jadwalnya!
Menurut Thomas, sepanjang tahun 2024 terdapat dua gerhana Bulan.
Salah satunya sudah terjadi pada 25 Maret 2024, di mana gerhana Bulan penumbra dapat diamati dari Indonesia.
Namun, karena terjadi di siang hari, fenomena tersebut kurang terlihat.
Selain itu, ada dua gerhana Matahari yang akan terjadi pada tahun ini, yaitu pada 8 April dan 2 Oktober 2024. Sayangnya, kedua fenomena tersebut tidak dapat diamati dari Indonesia.
(*)
| Ada Fenomena Cold Moon Malam Ini 4 Desember 2025, Jadi Supermoon Terakhir Tahun Ini |
|
|---|
| Fenomena Supermoon Terangi Langit Malam Ini, Bulan Berada di Titik Terdekat dengan Bumi |
|
|---|
| Fenomena Supermoon dan Harvest Moon Malam ini 7 Oktober 2025, Apa Itu? |
|
|---|
| 5 Fenomena Hujan Meteor Bakal Hiasi Langit Indonesia Oktober 2025 |
|
|---|
| Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia |
|
|---|