Senin, 13 April 2026

Sains

2 Fenomena Hujan Meteor Akan Terlihat di Langit Indonesia, Catat Jadwalnya!

Posisi kedua hujan meteor tersebut akan berdampingan dengan Bulan, yang dapat mengurangi kemungkinan untuk melihatnya dengan jelas.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto 2 Fenomena Hujan Meteor Akan Terlihat di Langit Indonesia, Catat Jadwalnya!
CoMix Wave Films/Makoto Shinkai
Ilustrasi hujan meteor. 

TRIBUNTORAJA.COM - Langit Indonesia akan dihiasi oleh dua hujan meteor dari tanggal 29 hingga 31 Juli 2024.

Dua hujan meteor tersebut adalah Southern Delta Aquarids (SDA) dan Alpha Capricornids.

Fenomena ini terjadi setiap tahun mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, memberikan kesempatan langka bagi pengamat bintang untuk menyaksikan meteor yang melesat melintasi langit malam dua kali lipat lebih banyak.

Selain itu, sumber dari kedua hujan meteor ini berada berdekatan, dengan SDA berasal dari rasi Aquarius dan Alpha Capricornids dari rasi Capricorn.

 

 

Jadwal Hujan Meteor Ganda Akhir Juli 2024

Dilansir dari majalah People, Delta Aquarids diperkirakan akan mencapai puncaknya pada malam hari tanggal 29 Juli hingga dini hari tanggal 30 Juli.

Sementara itu, Capricornids diperkirakan akan mencapai puncaknya pada malam hari tanggal 30 Juli hingga dini hari tanggal 31 Juli 2024.

Ini berarti puncak hujan meteor ganda akan terjadi pada tanggal 30 Juli 2024.

 

Baca juga: Fenomena Suhu Dingin Ekstrem dan Embun Es di Gunung Merbabu, Ini Penjelasan BMKG

 

Cara Melihat Hujan Meteor Ganda Akhir Juli 2024

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, mengatakan bahwa hujan meteor ganda dapat disaksikan di langit malam Indonesia mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga subuh dengan mata telanjang.

Namun, posisi kedua hujan meteor tersebut akan berdampingan dengan Bulan, yang dapat mengurangi kemungkinan untuk melihatnya dengan jelas.

“Pengaruh cahaya Bulan diperkirakan menyebabkan jumlah meteor yang dapat terlihat dari SDA dan Alpha masing-masing hanya 5 meteor per jam dan 1 meteor per jam,” jelas Marufin kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).

Anda bisa melihat hujan meteor ini di tempat yang minim polusi cahaya dan pastikan tidak terhalang oleh gedung atau pohon.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved