Jumat, 24 April 2026

Sains

Siap-siap, Ada Fenomena Gerhana Bulan Sebagian pada 17 September 2024

Fenomena gerhana Bulan sebagian terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak sepenuhnya sejajar.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Siap-siap, Ada Fenomena Gerhana Bulan Sebagian pada 17 September 2024
IST/Freepik
Ilustrasi gerhana bulan. 

TRIBUNTORAJA.COM – Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa fenomena Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada 17 September 2024.

Saat fenomena ini terjadi, hanya sebagian permukaan Bulan yang akan tampak terang dari Bumi, sementara bagian lainnya akan terlihat lebih gelap.

Dilansir dari SciTech Daily, gerhana Bulan sebagian yang terjadi pada 17 September mendatang akan berbeda dari Bulan purnama pada umumnya.

 

 

Pasalnya, peristiwa ini bertepatan dengan fenomena supermoon, di mana Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Namun, apakah gerhana Bulan sebagian ini dapat disaksikan di Indonesia?

"Gerhana Bulan sebagian hanya akan terlihat di Timur Tengah, Afrika, Eropa, Pasifik, dan Amerika," ujar Thomas Djamaluddin, seperti dikutip dari Kompas.com pada Rabu (11/9/2024).

 

Baca juga: Fenomena Supermoon Bakal Hiasi Langit Mulai Agustus 2024, Berlangsung Selama 4 Bulan

 

Fenomena gerhana Bulan sebagian terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak sepenuhnya sejajar.

Dalam kondisi ini, Bumi hanya menutupi sebagian cahaya Matahari yang menuju Bulan, sehingga hanya sebagian permukaan Bulan yang bersinar terang.

Meski demikian, masyarakat Indonesia masih dapat menyaksikan fenomena supermoon atau Bulan purnama yang terlihat lebih besar dan lebih terang.

 

Baca juga: Fenomena La Nina Diprediksi Muncul di Indonesia Agustus 2024, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem

 

Supermoon terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yang dipengaruhi oleh bentuk orbit Bulan yang tidak sepenuhnya bulat.

Thomas juga menjelaskan bahwa supermoon dapat berdampak pada peningkatan ketinggian air laut.

"Purnama, baik dengan gerhana atau tanpa gerhana, menyebabkan pasang maksimum air laut," jelasnya.

 

Baca juga: 2 Fenomena Hujan Meteor Akan Terlihat di Langit Indonesia, Catat Jadwalnya!

 

Menurut Thomas, sepanjang tahun 2024 terdapat dua gerhana Bulan.

Salah satunya sudah terjadi pada 25 Maret 2024, di mana gerhana Bulan penumbra dapat diamati dari Indonesia.

Namun, karena terjadi di siang hari, fenomena tersebut kurang terlihat.

Selain itu, ada dua gerhana Matahari yang akan terjadi pada tahun ini, yaitu pada 8 April dan 2 Oktober 2024. Sayangnya, kedua fenomena tersebut tidak dapat diamati dari Indonesia.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved