Selasa, 14 April 2026

Jamaah Islamiyah Bubar

Kisah Sabarno, 10 Tahun Dikejar Densus 88 Sebelum Menyerahkan Diri

Ia bergerak terus, bertahan hidup bersama keluarganya dengan bekerja apa saja, termasuk berdagang ban bekas dan jualan bakso.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kisah Sabarno, 10 Tahun Dikejar Densus 88 Sebelum Menyerahkan Diri
Tribunnews.com
Sabarno alias Amali, eks prajurit Jamaah Islamiyah. Sabarno sempat 10 tahun jadi DPO Densus 88. 

Lalu terjun di konflik Ambon, dan masuk ke medan perang Suriah.

Berikut kisah lengkap Sabarno selama pelarian hingga keputusannya menyerahkan diri.

Juga kiprah panjangnya di JI mulai dari saat pelatihan hingga dikirim ke wilayah konflik.

Sorot matanya tetap tampak tajam walau suasana menjelang wawancara rileks. Senyumnya tipis, nada kata-katanya pelan tapi terasa lugas.

Sabarno alias Pak Sabar alias Amali adalah kader Jamaah Islamiyah selama bertahun-tahun. Posisi terakhirnya 10 tahun lalu adalah ketua toliah JI wilayah timur.

Toliah ini seperti divisi atau bagian khusus logistik dan persenjataan. Pembagian wilayah ini sesuai pusat atau ‘ibu kota’ gerakan JI yang ada di Solo.

Jadi wilayah operasi Sabarno adalah dari Solo ke timur arah Jawa Timur. Sedangkan toliah wilayah barat meliputi semua wilayah di sebelah barat Solo.

Jadi 10 tahun lalu Densus 88 Antiteror membongkar keberadaan toliah JI di wilayah Solo Raya, dan menangkapi anak buah Sabarno.

Bahan peledak dan senjata api turut disita. Penangkapan ini membawa informasi struktur lapangan JI dan siapa pemimpin toliah timur JI.

Nama Sabarno muncul. Sabarno mengendus kemungkinan dirinya bakal dikejar. Ia melepas jabatan ketua toliah, lalu menyelamatkan diri.

Itulah awal dari pelarian panjang Sabarno, yang membawa serta keluarganya. Anak-anaknya masih kecil saat itu.

Perjalanan Sabarno

Sabarno lahir dari keluarga taat agama di Madiun. Ayahnya memberi ilham, memantik ghiroh, dan membentuk militansinya sebagai jamaah.

Saat kecil, ia senang membaca kisah-kisah heroiknya mujahidin Afghanistan, dari buku-buku yang dimiliki ayahnya.

Teman-teman ayahnya juga satu lingkungan, dan menjadi bagian dari jamaah yang gairahnya besar terkait amalan jihad.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved