Jamaah Islamiyah Bubar
Menengok Kondisi Terkini Rumah Bekas Persembunyian Noordin M Top di Mojosongo Solo
Rumah cat putih ini menjadi tempat persembunyian Noordin M Top sebelum tewas dalam penyergapan Densus 88 tahun 2009 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/2202024_Rumah_Persembunyian_Noordin_M_Top.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, SOLO - Noordin M Top adalah salah satu anggota Jamaah Islamiyah yang dinilai menjadi dalang dari serangkaian terror Bom di Indonesia.
Ia disebut otak dari aksi Bom Natal tahun 2000, Bom Bali II, Bom Hotel JW Marriot, dan lainnya.
Noordin M top tewas pada 2009 dalam penyergapan yang dilakukan di Surakarta.
Salah satu tempat persembunyian Noordin M Top berada di Mojosongo, Kota Solo, Jawa Tengah.
Rumah tersebut berada di pinggiran kampung di Mojosongo.
Di rumah inipulah pelarian Noordin berakir. Ia dinyatakan tewas usai melakukan perlawanan kepada Densus 88 dengan rentetan tembakan.
Berikut kondisi terkini rumah tersebut.
Sebuah tangga bambu terlihat terpalang di teras rumah bercat putih.
Cat lisplang kanopi dan tiang terasnya yang berwarna pink tampak sudah pudar dan kusam. Pintu rumah tersebut terbuka, dan meteran listriknya terlihat copot atau dicopot.
Dari depan, rumah berukuran 5x10 meter ini tampak utuh dan bagus.
Namun, kondisi ini sangat berbeda dari 15 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 2009.
Saat itu, rumah ini hancur lebur dengan atap yang runtuh, pintu-pintu jebol, dan dinding-dinding penuh lubang bekas tembakan.
Jelaga bekas kebakaran memenuhi dinding ruang tamu.
Rumah ini adalah bekas kontrakan di Kampung Kepuh Sari yang menjadi tempat persembunyian terakhir teroris Noordin Mohd Top atau Noordin M Top.
Noordin M Top, warga Malaysia, tewas dalam penggerebekan oleh pasukan Densus 88 Antiteror bersama dua pengikutnya, Gempur Budi Angkoro alias Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aji alias Ario Sudarso.