Rabu, 8 April 2026

Jamaah Islamiyah Bubar

Organisasi Jamaah Islamiyah Alias JI Resmi Bubar: Kami Meminta Maaf

Jamaah Islamiyah menyatakan telah 'islah' dengan aparat keamanan, pemerintah, dan negara Republik Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Organisasi Jamaah Islamiyah Alias JI Resmi Bubar: Kami Meminta Maaf
TRIBUNNEWS.COM/SIGIT ARIYANTO
Tokoh senior kelompok Al Jamaah Al Islamiyah, Ustaz Abu Fatih. 

TRIBUNTORAJA.COM - Organiasi Jamaah Islamiyah apias JI menyatakan telah bubar.

Pembubaran ini diputuskan setelah melalui diskusi Panjang hingga menghasilkan Deklarasi Sentul pada 30 Juni 2024 yang berisi pernyataan JI bubar atau membubarkan diri.

Deklarasi Sentul dibacakan tokoh paling senior Abu Rusydan, didampingi hampir semua tokoh utama organisasi itu.

Hal ini juga ditegaskan tokoh senior kelompok Al Jamaah Al Islamiyah, Ustaz Abu Fatih.

Ia menyatakan kelompoknya telah 'islah' dengan aparat keamanan, pemerintah, dan negara Republik Indonesia.

"Kami akhirnya memilih jalan islah setelah melewati perjalanan panjang dialog dan memikirkan kembali apa yang dilakukan. Pikiran kami akhirnya terbuka terhadap pijakan-pijakan kami saat berjemaah," kata Abu Fatih alias Abdullah Anshori di hadapan tim Tribunnews, Rabu (17/7/2024).

Dalam bahasa Arab dan konteks Quran serta hadits, islah berasal dari kata 'ashlahayushlihu-ishlahan' yang bermakna perbaikan, keselamatan, dan perdamaian.

Pernyataan tokoh yang juga dikenal dengan nama Abdullah Anshori atau Ibnu Muhammad Thoyib itu disampaikan secara khusus dan langsung di sebuah lokasi yang dikenal kerap jadi titik komunikasi kelompok ini di daerah Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menyusul pembubaran diri itu, Abu Fatih mewakili angota lainnya meminta maaf ke aparat keamanan, pemerintah, dan rakyat Indonesia, semua yang pernah dilakukan jemaahnya ayas apa yang telah mereka perbuat hingga menyulitkan negara.

Apalagi JI memang kadung dilekatkan dengan kelompok teror karena peledakan bom dan sejumlah aksi kekerasan bermotif ideologi agama.

"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya kalau kami, Al Jamaah Al Islamiyah, dengan sekian banyak kasus-kasus yang menyulitkan negara, menyibukkan negara, yang seharusnya tidak kami lakukan," tegas Abu Fatih.

"Tetapi dengan ilmu dan kesadaran ini, alhamdulillah, khususnya kepada bangsa Indonesia, kami minta maaf sebesar-besarnya,” kata Abu Fatih.

Ada tiga eks anggota Jamaah Islamiyah yang hadir mengampingi Ustad Abu Fatih. Mereka adalah Sabarno alias Amali, Dodi alias Fiko, dan Ustad Hasan.

Sabarno alias Amali merupakan anggota tholiah, divisi Jamaah Islamiyah yang juga membidangi tandzim askari atau grup prajurit JI.

Sabarno alias Pak Sabar memutuskan menyerahkan diri ke aparat Densus 88 Antiteror lewat perantara para senior JI.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved