Kamis, 28 Mei 2026

Kasus Penipuan

Calegnya Penipu, Partai Gelora Pinrang Mengaku Kecolongan

Partai Gelora Pinrang pun menyayangkan ada caleg yang terjerat kasus penggelapan uang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Calegnya Penipu, Partai Gelora Pinrang Mengaku Kecolongan
Nining/Tribun Timur
Pamflet Caleg Gelora Indonesia Pinrang inisial S yang tersandung kasus penggelapan uang mobil. 

"Dari pengakuan korban, dia sudah mengirim uang ke terlapor itu Rp214, 8 juta. Dengan kesepakatan bahwa sisa pembayaran sebesar Rp 60 juta dan diangsur selama 48 bulan tanpa bunga dengan angsuran sebesar Rp 1.250.000," ungkapnya.

Terlapor S kemudian menyerahkan mobil Toyota Rush G Matic kepada korban L pada  1 November 2023 di gudang mobil di Pinrang.

Akhmad mengatakan, dari Rp214, 8 juta yang disetor korban L, terungkap kalau terlapor S tidak menyetor secara utuh.

"Dia hanya menyetor Rp67 juta saja," ujarnya.

Saat ini, kata Akhmad, kasus ini dalam proses lidik.

"Kami sementara lidik untuk kasus ini," katanya.

Sementara itu, korban L mengaku baru mengetahui ditipu oleh S saat ada pihak pembiayaan menelponnya kalau dia terlambat membayar angsuran.

"Angsuran pertama saya aman. Nah, pas angsuran kedua ini, saya dihubungi oleh pihak pembiayaan (ACC Parepare) katanya saya terlambat bayar. Di situ saya heran," kata L saat dikonfirmasi

Dia mengatakan, usai ditelepon pihak pembayaran, dia langsung menghubungi S.

"Dari situ saya baru tahu, ternyata uang mobil saya tidak disetorkan semua oleh S ke dealer Cabang Pinrang. Namun, di angsuran kedua ini, S masih ada itikad baik untuk membayar ke bank," ujarnya.

Bulan berikutnya, dia mengaku curiga karena terlapor S sudah tidak bisa dihubungi.

"Saya ke dealer dan ke pembiayaan ACC Parepare dan memperoleh informasi dari pembiayaan dan pihak dealer Cabang Pinrang bahwa ternyata S hanya menyetor uang muka ke kantor Rp 67.550.000," tuturnya.

Korban L mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta.

"Saya rugi sekitar Rp 147.250.000. Saya tidak tahu uang sebanyak itu dibawa ke mana oleh S," ungkapnya.

Dia pun berharap, polisi bisa segera mengusut kasus ini dan menangkap pelaku.

"Kami berharap ada titik terang dan polisi bisa bekerja maksimal dan menangkap pelaku. Karena S ini sudah banyak merugikan orang lain. Bukan hanya saya," imbuhnya.(nining)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved