Kuliner Toraja
Mengenal Pa' Piong, Makanan Khas Toraja yang Unik dan Bernilai Budaya
Ada yang terbuat dari beras ketan, ada yang terbuat dari daging ayam dan daging babi, hingga kerbau.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pa-piong-ayam-mayana-2112023.jpg)
Penyajian Pa' Piong
Pa’Piong bagi masyarakat Toraja merupakan makanan berbahan dasar daging babi atau ayam, nasi ketan, daun mayana, dan dicampur rempah-rempah khas Toraja.
Dalam penyajian bersama dengan sayur bulunangko atau tunas pohon pisang yang masih muda.
Makanan Pa’Piong bagi masyarakat adat Toraja, menjadi suguhan pada saat upacara kematian, maupun acara syukuran perkawinan.
Baca juga: Kapolres Tana Toraja Harap Pengembangan Wisata Kuliner
Manfaat Pa' Piong
Pa’Piong memiliki beberapa manfaat bagi masyarakat Toraja, diantaranya daun mayana dapat menyembuhkan luka, obat batuk, dan pelancaran aliran air susu ibu (ASI).
Daun mayana juga dimanfaatkan masyarakat Toraja untuk campuran menu makanan babi atau ikan, namun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur digunakan sebagai hiasan pernikahan atau hiasan rumah.
Pa’Piong bisa berbahan dasar ayam atau babi dicampur dengan batang pisang yang masih muda dan dimasak dengan bambu beserta rempah-rempah.
Batang pisang menurut masyarakat Toraja merupakan obat pencegah kolesterol.
(*)