Kopi Toraja
Kopi Toraja: Emas Hitam Pencetus Perang
Perang biasanya dipicu perebutan daerah kekuasaan, minyak bumi, emas, hingga Perang Troya yang dipicu oleh perebutan wanita.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/rantepao-jadul-1940an-1112023.jpg)
Kemudian, setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah Indonesia meluncurkan kebijakan nasionalisasi yang mengambil pertanian milik Belanda.
Pada tahun 1950, kebun kopi menjadi milik Indonesia.
Tapi, ada pemberontakan yang membuat perdagangan kopi macet.
Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan melewati blokade yang dipegang oleh separatis.
Tapi itu cepat diatasi oleh pasukan Indonesia.
Sekarang, lahan bekas pertanian Van Dijk dioperasikan oleh PT Sulotco Jaya Abadi.
PT Toarco juga merupakan perusahaan kopi jauh yang beroperasi sebelum kebijakan nasionalisasi. Selain itu, ada juga banyak pertanian yang dikelola oleh orang per orang.
Baca juga: Mengenal Karakateristik Kopi Toraja yang Terkenal Hingga ke Mancanegara
Karakter Kopi Toraja
Karakter khusus kopi Toraja adalah bagian kopinya yang tebal dan tingkat keasaman rendah.
Rasanya didominasi oleh cokelat dan karakter yang bersahaja.
Karakter rasa lain yang datang dari kopi Toraja adalah rempah-rempah, kayu manis, dan berry.
Kopi Toraja juga dikenal meninggalkan rasa cokelat hitam setelah diminum.
Sedangkan sifat keasaman rendah berasal dari beragam metode pengolahan biji kopi, seperti half wash dan full wash.
Karakter tanah di Toraja juga memberi cita rasa khas bagi kopi.
Cita rasa unik dan kompleksitas rasa inilah yang membuat kopi Toraja banyak dicari oleh pecinta kopi di seluruh dunia, termasuk Jepang, Amerika Serikat, hingga Eropa.
Tentu saja, jika Anda penasaran untuk mencoba kopi unik ini, tempat terbaik untuk menikmatinya adalah langsung berkunjung ke Toraja.
Di sini anda dapat menikmati secangkir kopi Toraja sambil menikmati pemandangan indah negeri di atas awan ini.
(*)