Daerah Lain KLB, Dinkes Belum Temukan Kasus Campak di Toraja Utara
Gejala umumnya meliputi demam, lemas, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya bintik merah
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/belum-ada-kasus-campak-di-toraja-utara.jpg)
"Tapi paling tidak, dapat mengurangi tingkat keparahan gejala jika terinfeksi," katanya.
Selain imunisasi, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
"Dan yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai yang saat ini nol menjadi ada. Kami akan terus berupaya menjaga kondisi ini," tutupnya.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Toraja Utara, Agustinus Rante, menyampaikan jika pemberian vaksin pertama kali diberikan pada bayi usia 9 bulan.
Kemudian dilanjutkan dosis kedua sebagai penguat (booster) pada balita yakni usia 18 hingga 24 bulan.
"Interval pemberian vaksin pertama menuju vaksin kedua itu minimal enam bulan," ungkapnya.
Dinkes juga terus memperkuat sistem surveilans.
Setiap laporan kasus dengan gejala klinis akan segera ditindaklanjuti melalui pelacakan dan pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah benar merupakan campak atau penyakit lain seperti rubella yang memiliki gejala serupa.(*)
| Ada di Sulsel, 46 Daerah KLB Campak, 17 Anak Meninggal |
|
|---|
| Hanya Tiga dari 13 Klinik di Toraja Utara Layani BPJS Kesehatan, CKG Baru Berlaku di 28 Puskesmas |
|
|---|
| WHO: Lebih dari Setengah Penduduk Dunia Berisiko Tinggi Terjangkit Campak pada 2024 |
|
|---|
| Kasus Covid Naik, Dinkes Toraja Utara Pastikan Stok Vaksin Tersedia |
|
|---|
| DPRD Toraja Utara Pertanyakan Alur Penerbitan Izin Operasional RSUD Pongtiku di Marante |
|
|---|