Rabu, 15 April 2026

Daerah Lain KLB, Dinkes Belum Temukan Kasus Campak di Toraja Utara

Gejala umumnya meliputi demam, lemas, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya bintik merah

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Daerah Lain KLB, Dinkes Belum Temukan Kasus Campak di Toraja Utara
Tribun Toraja/Zul Fadli
Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, dr Remen Taula'bi'dan (kacamata) dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Toraja Utara, Agustinus Rante. 

"Tapi paling tidak, dapat mengurangi tingkat keparahan gejala jika terinfeksi," katanya.

Selain imunisasi, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.

"Dan yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai yang saat ini nol menjadi ada. Kami akan terus berupaya menjaga kondisi ini," tutupnya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Toraja Utara, Agustinus Rante, menyampaikan jika pemberian vaksin pertama kali diberikan pada bayi usia 9 bulan. 

Kemudian dilanjutkan dosis kedua sebagai penguat (booster) pada balita yakni usia 18 hingga 24 bulan.

"Interval pemberian vaksin pertama menuju vaksin kedua itu minimal enam bulan," ungkapnya. 

Dinkes juga terus memperkuat sistem surveilans.

Setiap laporan kasus dengan gejala klinis akan segera ditindaklanjuti melalui pelacakan dan pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah benar merupakan campak atau penyakit lain seperti rubella yang memiliki gejala serupa.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved