Selasa, 14 April 2026

Daerah Lain KLB, Dinkes Belum Temukan Kasus Campak di Toraja Utara

Gejala umumnya meliputi demam, lemas, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya bintik merah

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Daerah Lain KLB, Dinkes Belum Temukan Kasus Campak di Toraja Utara
Tribun Toraja/Zul Fadli
Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, dr Remen Taula'bi'dan (kacamata) dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Toraja Utara, Agustinus Rante. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Toraja Utara memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus campak terkonfirmasi di Toraja Utara, Sulsel.

Meski demikian, Dinas kesehatan Toraja Utara tetap tingkatkan kewaspadaan menyusul laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus morbilivirus dan sangat mudah menular melalui percikan droplet.

Gejala umumnya meliputi demam, lemas, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya bintik merah pada kulit beberapa hari setelah gejala awal.

Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, dr Remen Taula'bi', menyampaikan bahwa secara regional terdapat empat kabupaten di Sulsel yang tergolong memiliki kasus Campak terbanyak.

Yakni Kota Makassar, Sinjai, Wajo dan Luwu. 

"Hingga hari ini, Toraja Utara masih nol kasus," ujarnya di Kantor Dinas Kesehatan Toraja Utara, Selasa (14/4/2026). 

Ia mengaku, di Toraja Utara sempat ditemukan beberapa kasus dengan gejala menyerupai campak.

"Tapi saat dilakukan pemeriksaan sampel hasilnya dinyatakan negatif," Ujarnya. 

Sehingga, sampai hari ini, kasus campak di Toraja Utara masih nol. 

Meski demikian, pihaknya tidak ingin lengah.

Dinkes bersama puskesmas jajaran terus melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi penularan di kemudian hari.

Menurut dr Remen, untuk mencegah penyebaran, dinkes menekankan pentingnya imunisasi campak pada anak. 

Selain itu, pihaknya juga aktif melakukan sweeping atau kunjungan rumah bagi anak yang belum datang ke Posyandu, agar tetap mendapatkan imunisasi.

Ia juga menegaskan bahwa imunisasi tidak sepenuhnya menjamin seseorang bebas dari campak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved