Ada di Sulsel, 46 Daerah KLB Campak, 17 Anak Meninggal
Perlindungan optimal dari vaksin baru terlihat jika cakupan penerima vaksin di atas 95 persen dan merata di seluruh desa dan kecamatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/campak345.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mencatat hingga minggu ke-33 tahun 2025, ada 46 daerah alami kejadian luar biasa (KLB) campak di Indonesia.
Sampai 24 Agustus 2025 ini, jumlah campak positif di seluruh Indonesia ada 3.144 kasus.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dr Prima Yosephine, Selasa (26/8), mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh capaian imunisasi campak yang tergolong rendah dalam 3 tahun terakhir.
Imunisasi campak dilakukan 3 dosis mulai dari usia 9 bulan, 18 bulan dan usia 5-6 tahun.
“Capaian imunisasi campak di 3 tahun terakhir menurun. Terjadi penurunan perlindungan di masyarakat. Perlindungan anak terhadap campak sudah tidak kuat lagi, jika vaksin campak hanya dilakukan satu kali,” tutur dia.
Perlindungan optimal dari vaksin baru terlihat jika cakupan penerima vaksin di atas 95 persen dan merata di seluruh desa dan kecamatan.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku telah menghubungi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menangani kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dasco meminta Kementerian Kesehatan atau Kemenkes untuk mengambil tindakan preventif.
"Ya semalam saya sudah langsung telepon dengan Menteri Kesehatan dan segera meminta diambil langkah-langkah preventif untuk agar hal tersebut bisa cepat tertanggulangi," kata Dasco.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan P2KB Sumenep per 24 Agustus 2025, jumlah kasus campak tercatat 2.105 kasus, naik dari sebelumnya 2.035 kasus.
Dari jumlah itu, 17 anak dilaporkan meninggal dunia dengan rincian, 16 anak belum pernah divaksin dan satu anak mendapat vaksinasi tidak lengkap.
Sebagai langkah antisipasi dan pemutusan penyebaran campak, imunisasi massal dilakukan selama dua minggu dengan target 74 ribu lebih balita berusia 9 bulan hingga 7 tahun.
Vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas dan puskesmas pembantu, namun juga secara jemput bola ke sekolah-sekolah untuk menjangkau anak-anak yang masuk dalam kategori sasaran imunisasi.
Pada Senin (25/8), sebanyak 6.336 anak di Kabupaten Sumenep dilaporkan sudah menerima imunisasi atau outbreak response immunization (ORI).
Kepala Bidang Pencegahan Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri menyebutkan hari pertama pelaksanaan imunisasi campak ditargetkan 3.522 anak sudah dilakukan ORI serentak di 26 puskesmas.