War Takjil Ramadan di Rantepao Berakhir, Sehari Pedagang Raup Rp5 Juta
Kegiatan War Takjil diketahui digelar sejak 18 Februari hingga 14 Maret 2026 dan menjadi salah satu lokasi favorit
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/war-takjil-45.jpg)
Selain membantu pedagang, kegiatan War Takjil juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dikta mengatakan ia mempekerjakan sekitar lima orang karyawan lokal untuk membantu operasional selama kegiatan berlangsung.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun saat Ramadan, bahkan juga pada momentum keagamaan lainnya.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap Ramadan, bahkan kalau bisa juga saat momen lain seperti Natal. Kalau bisa juga dilaksanakan di daerah lain seperti Tana Toraja,” ujarnya.
Salah satu pengunjung, Lusi, mengaku sering datang ke stand Fany Fay untuk membeli makanan berbuka puasa.
“Paling tidak tiga kali dalam seminggu saya datang ke sini, apalagi rumah saya dekat,” katanya.
Menurutnya, makanan yang dijual di stand tersebut memiliki rasa yang enak dan jarang ditemui di tempat lain.
“Jarang juga ada yang seperti ini. Biasanya baru ada kalau ada kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Official kegiatan War Takjil, Muriadi Suwedi, mengatakan event tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Toraja Utara dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal.
Ia menyebut pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dari hari pertama hingga hari terakhir meski sempat menghadapi beberapa kendala kecil.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan antusias masyarakat sangat luar biasa,” katanya.
Menurutnya, War Takjil tahun ini melibatkan sekitar 76 pelaku UMKM, baik yang bergerak di bidang kuliner maupun nonkuliner.
Selama pelaksanaan kegiatan, jumlah pengunjung terus meningkat setiap hari. Masyarakat datang tidak hanya untuk membeli takjil, tetapi juga menikmati suasana Ramadan bersama keluarga dan kerabat.
Adapun menu yang paling diminati pengunjung di antaranya berbagai jenis gorengan, minuman segar, serta makanan manis seperti pisang hijau dan aneka menu dingin lainnya.
Muriadi berharap kegiatan War Takjil dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan dukungan pemerintah daerah agar bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” tutupnya.(*)
| Trauma Angin Kencang, Sejumlah Pedagang Berhenti Jualan di Alun-alun Rantepao |
|
|---|
| 70 Lapak UMKM di Alun-alun Rantepao Porak-poranda, CFD Tetap Jalan |
|
|---|
| Lapak UMKM di Alun-alun Rantepao Diterjang Badai, Pedagang Rugi Jutaan Rupiah |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Hujan Badai di Rantepao Toraja Utara, Tenda UMKM Porak-poranda |
|
|---|
| Klinik Harapan Bunda Makale Bagikan 500 Takjil |
|
|---|