Senin, 13 April 2026

War Takjil Ramadan di Rantepao Berakhir, Sehari Pedagang Raup Rp5 Juta

Kegiatan War Takjil diketahui digelar sejak 18 Februari hingga 14 Maret 2026 dan menjadi salah satu lokasi favorit

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto War Takjil Ramadan di Rantepao Berakhir, Sehari Pedagang Raup Rp5 Juta
Tribun Toraja/Zul Fadli
WAR TAKJIL - Suasana War Takjil Ramadan di Alun-alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kegiatan War Takjil Ramadan di Alun-alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, mendapat respons positif dari masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Event yang berlangsung selama 25 hari itu dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan War Takjil diketahui digelar sejak 18 Februari hingga 14 Maret 2026 dan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berburu menu berbuka puasa.

Pantauan hari terakhir pelaksanaan, Sabtu (14/3/2026), kawasan Alun-alun Rantepao terlihat ramai dipadati pengunjung yang datang menikmati beragam kuliner takjil, makanan khas, minuman segar, hingga berbagai produk UMKM lokal.

Salah satu pelaku UMKM, pemilik stand Fany Fay, Dikta, mengaku mulai berjualan sejak hari pertama kegiatan hingga penutupan.

Ia menyediakan berbagai jenis makanan, mulai dari kentang spiral, bakso, hingga makanan frozen yang saat ini sedang digemari pembeli.

“Produk yang kami jual ada kentang spiral, bakso, dan juga makanan frozen. Semua makanan yang kami sediakan tentu halal,” ujarnya di sela-sela aktivitas berjualan.

Menurutnya, antusias masyarakat terhadap kegiatan War Takjil sangat tinggi.

Setiap sore hingga malam hari, pengunjung terus berdatangan untuk mencari menu berbuka puasa.

Ia menyebut kegiatan tersebut sangat membantu meningkatkan penghasilan pedagang selama Ramadan.

“Selama Ramadan ini kami fokus berjualan kuliner di kegiatan ini. Sangat membantu sekali untuk menambah pendapatan,” katanya.

Dikta juga menyebut makanan frozen menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli dibandingkan menu lainnya.

“Yang paling lancar terjual itu makanan frozen, karena memang lagi viral,” tambahnya.

Harga makanan yang dijual di stand tersebut bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Dalam satu malam, ia mengaku bisa memperoleh omzet sekitar Rp5 juta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved