Rabu, 27 Mei 2026

KPU Mengajar Sambangi SMA Kristen Rantepao Toraja Utara

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian mengajarkan pelajar ilmu berdemokrasi dan pemilihan umum atau pemilu.

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto KPU Mengajar Sambangi SMA Kristen Rantepao Toraja Utara
Tribun Toraja/Zul Fadli
KPU MENGAJAR - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Semuel Rianto Tappi, saat membawakan materi pada program KPU Mengajar di SMA Kristen Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Selasa (24/2/2026). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara melaksanakan program pendidikan pemilih pemula bertajuk 'KPU Mengajar' di SMA Kristen Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Selasa (24/2/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian mengajarkan pelajar ilmu berdemokrasi dan pemilihan umum atau pemilu.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Semuel Rianto Tappi, menyampaikan bahwa program KPU mengajar yang dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara merupakan inovasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan. 

Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih muda, sekaligus menekan angka golput dan penyebaran hoaks digital di kalangan generasi muda.

Program ini dilaksanakan serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. 

Latar belakang program ini tidak lepas dari evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024.

"Salah satu temuan pentingnya, tingginya angka golput di kalangan generasi muda dibandingkan jumlah mereka dalam daftar pemilih," akunya. 

Selain itu, maraknya penyebaran hoaks digital yang banyak menyasar generasi muda juga menjadi perhatian serius.

"Generasi muda saat ini sangat dipengaruhi oleh dunia digital, sehingga rentan terhadap informasi yang tidak benar. Karena itu, pendidikan pemilih menjadi sangat penting," ujar pria akrab disapa Tegas ini.

Program ini secara khusus menyasar siswa SMA, SMK, dan sederajat, terutama kelas X, XI, dan XII.

Yang bertujuan untuk memberikan fondasi awal pemahaman tentang demokrasi dan pemilu kepada calon pemilih pemula.

Materi yang diberikan bersifat sederhana dan interaktif, mencakup dasar-dasar demokrasi, asas dan prinsip pemilu, serta pentingnya partisipasi aktif dalam menggunakan hak pilih.

Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran dikemas melalui diskusi ringan dan permainan (games) untuk membangun semangat serta etos berpikir kritis siswa terhadap isu politik dan informasi digital.

Meskipun hingga kini belum ada indikator keberhasilan yang terukur secara kuantitatif, namun respons dari pihak sekolah dinilai sangat positif. 

Program ini juga menjadi kelanjutan dari pendampingan pendidikan demokrasi yang sebelumnya dilakukan KPU melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS (Pilkatos).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved