Bupati Toraja Utara Dukung Program Wajib TK Sebelum Masuk SD
Aturan ini mewajibkan anak mengikuti pendidikan taman kanak-kanak (TK) atau PAUD sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
Penulis: Lilianti Ariyani Saalino | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/29112024_Frederik_Victor_Palimbong.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan program wajib belajar 13 tahun.
Aturan ini mewajibkan anak mengikuti pendidikan taman kanak-kanak (TK) atau PAUD sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
Hal itu disampaikan Dedy, sapaan akrab Frederick Victor Palimbong, usai penutupan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Toraja Utara di Gedung Nek Gandeng, Kecamatan Sa’dan Balusu.
Menurut Dedy, Pemkab Toraja Utara siap mengimplementasikan kebijakan tersebut melalui penguatan lembaga PAUD di setiap lembang dan kelurahan, termasuk penyediaan sarana dan dukungan anggaran.
“Kemarin saya dari kementerian. Tahun depan, wajib belajar menjadi 13 tahun. Anak-anak harus mengikuti PAUD dulu satu tahun sebelum masuk SD,” ujar Dedy kepada wartawan.
Ketua Gerindra Toraja Utara ini menegaskan, pemerintah daerah akan mengalokasikan dana untuk pengembangan fasilitas PAUD agar seluruh anak di Toraja Utara memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan sejak usia dini.
“Kita tentunya siap mendukung program wajib belajar 13 tahun. Dana daerah akan diarahkan untuk memperkuat lembaga PAUD di setiap lembang atau kelurahan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh aparat pemerintah hingga tingkat desa dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program wajib PAUD ini.
Bupati Dedy menilai, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua dinilai sangat diperlukan.
Meski begitu, belum disebutkan secara pasti berapa besar anggaran yang akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan PAUD di wilayah Toraja Utara.
“Pendidikan usia dini adalah pondasi karakter bangsa. Kalau pondasinya kuat, anak-anak kita akan siap menghadapi jenjang berikutnya,” tutup Dedy.(*)
| Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta |
|
|---|
| Sepatu dan Baju Saya dari Keringat Buruh |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Dishub Tana Toraja Kurangi Pergerakan |
|
|---|
| Lewat Stakeholder’s Day 2026, KPPN Makale Dorong Transaksi Non-Tunai |
|
|---|
| Permudah Akses Penyandang Disabilitas, Disnaker Tana Toraja Pindah Kantor |
|
|---|