Selasa, 9 Juni 2026

JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI INDONESIA - Surat Cinta Untuk Sri Mulyani Indrawati

Orang-orang telah meruntuhkan harga dirimu, dengan cara yang rusuh, menggeledah dan menjarah rumahmu. 

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI INDONESIA - Surat Cinta Untuk Sri Mulyani Indrawati
Kompas.com
Sri Mulyani Indrawati. 

Penulis: Saparuddin Santa
Direktur Eksekutif Visi Indonesia Consulting


TRIBUNTORAJA.COM - Ibu Sri yang terhormat...

Bu Sri, saya tidak mengenalmu secara pribadi. Saya pun tak pernah bertemu langsung denganmu. 

Saya hanya mengenalmu lewat pergulatan imajinasi intelektual dan pertarungan pikiran yang saya rasakan hari-hari belakangan ini. 

Saat bayang-bayang kejatuhan rezim membebani pikiran saya pada peristiwa 29 Agustus 2025 lalu, ketika Affan Kurniawan, seorang anak muda, pengemudi Ojol, panutan keluarga, mati dilindas baracuda atas nama demokrasi. 

Kematian yang disusul kemudian dengan matinya anak-anak bangsa lainnya, yang “terjebak” pada api kemarahan yang mengatasnamakan perjuangan. Saya menyebutnya Agustus kelabu. 

Mungkin suatu hari akan ada sejarahwan yang akan menulisnya lebih menohok lagi sebagai Agustus Hitam atau Black Agustus.

Kematian Affan yang menyulut keserakahan satu atau banyak orang oknum bangsa, yang berinisitif (atau boleh jadi sudah merencakannya sejak lama) telah mengakibatkan 9 lainnya mati demi tanah air yang kita cintai bersama. 

Bahkan, orang-orang telah meruntuhkan harga dirimu, dengan cara yang rusuh, menggeledah dan menjarah rumahmu. 

Sebagai Bendahara Negara, penjaga paling depan stabilitas ekonomi dan keuangan negara, kamu adalah benteng pertahanan negara yang harusnya paling kuat dan tidak boleh jebol. 

Tapi kejadian Black Agustus, bagi saya secara pribadi, ini adalah pesan yang sangat jelas bahwa penjarahan rumahmu adalah cara Tuhan menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa KEUANGAN NEGARA MUDAH SEKALI DI DIJEBOL DAN DIJARAH. 

Disaat yang sama NEGARA SANGAT LEMAH dalam menyelamatkan uang negara.

Saya tahu, hari dimana rumahmu akan dijarah, kamu sudah mendapat informasi dari banyak pihak, bahwa kamu bagian dari target terorganisir untuk “dilumpuhkan”. 

Saya juga tahu bahwa kamu sudah berusaha menghubungi atasanmu untuk dibantu agar harga dirimu tidak direnggut paksa oleh mereka yang sudah lelah mencintai negeri ini. 

Kelelahan yang sama, yang memasuki jiwa dan pikiran jutaan anak bangsa, karena sulitnya terwujud Sila Kelima dari Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved