Minggu, 12 April 2026

PSU Palopo

Opini: PSU Palopo dan Masa depan Kota Idaman

Responden survei mengatakan, yang akan memenangkan PSU 24 Mei nanti adalah “yang paling banyak uangnya”

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Opini: PSU Palopo dan Masa depan Kota Idaman
TRIBUN-TIMUR.COM/RENALDI
PSU PALOPO - Bilboard PSU Palopo di Jl jendral Sudirman, Kota Palopo. Responden survei mengatakan jika yang akan menang PSU Palopo adalah "yang banyak uangnya". 

TRIBUTORAJA.COM - Tulisan ini tentang "Sebuah Refleksi: Menagih Tanggungjawab Moral  Kaum Intelektual Wija To Luwu".

“Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun, Anda harus mengeluarkan banyak uang” - Will Rogers, aktor-kritikus Politik Amerika abad ke-19.

Saya (penulis) termasuk salah satu yang meragukan bahwa Kota Palopo akan menemukan jati dirinya sebagai salah satu kota di Sulawesi Selatan yang akan menuju Kota Idaman. 

Jika merujuk pada pilkada sebelumnya pada bulan November 2024 tahun lalu, agak sulit membayangkan masa depan Kota Palopo akan mengarah pada kemajuan demokrasi dan kemajuan pembangunan, setidaknya dalam lima tahun ke depan. 

Seperti diketahui, Kota Palopo akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 24 Mei 2024, dan diikuti empat pasang calon. 

Paslon nomor urut 01 ada pasangan Putri Dakka-Haidir Basir, Paslon 02 Farid Kasim Judas-Nurhaeni, Paslon 03 Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta, dan Paslon No urut 4 Naili Trisal-Akhmad Syarifuddin.

Dalam sebuah survei yang penulis dan tim lakukan menjelang pemungutan suara pada Pilkada 2024 lalu, tepatnya satu bulan sebelum pemilihan, kami mendapati situasi yang hampir sama dengan di hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan (bisa jadi juga berlaku diseluruh Indonesia), bahwa mayoritas masyarakat menganggap bahwa Pilkada adalah kesempatan untuk “menguji” kapasitas logistik calon. 

Fakta lapangan yang sudah menjadi rahasia umum, di mana kecenderungan masyarakat memilih karena faktor logistik, khususnya di Kota Palopo, sangat tinggi. 

Dari 400 sampel, kami mendapati 76,7 persen warga Palopo menganggap bahwa, menerima sesuatu ( berupa uang ) dari calon sebelum memilih, adalah hal wajar. 

Selebihnya, sebanyak 21,2 persen yang memilih karena alasan kapasitas kepemimpinan calon, kekerabatan dan juga kedekatan dengan calon ( sebagai alasan ), dan sebesar 2,1 persen memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Saya menduga kuat bahwa situasi menjelang Pemungutan Suara Ulang ( PSU) Kota Palopo yang akan berlangsung pada tanggal 24 Mei 2025 nanti, situasinya tidak akan jauh berbeda. 

Bisa jadi, mungkin, pragmatisme pemilih, akan lebih tinggi. 

Apa hubungannya dengan Impian Kota Palopo sebagai Kota Idaman?

Saat tulisan ini di buat, penulis bersama tim di lembaga survei Visi Indonesia Consulting masih melakukan survei kecil berupa pemetaan perilaku pemilih masyarakat Kota Palopo, termasuk melakukan Indepth Interview (wawancara mendalam) dengan tokoh masyarakat, tokoh partai, tokoh adat, tokoh pemuda dan juga masyarakat umum. 

Salah satu pertanyaan kunci yang kami ajukan ke responden adalah, "Menurut anda, dari 4 (empat) pasangan calon  yang maju, pasangan calon mana yang akan memenangkan PSU tanggal 24 Mei nanti?”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved