Hati-hati, Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan
Agar terhindar dari risiko-risiko di atas, sebaiknya beri jeda sekitar 2-3 jam setelah makan sebelum tidur.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-ketiduran-istirahat-tidur-siang-932023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Tidur setelah makan sering dianggap hal yang biasa, tetapi kebiasaan ini ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Banyak orang merasa mengantuk setelah menyantap makanan berat dan akhirnya memilih untuk langsung tidur.
Namun, tanpa disadari, hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Berikut beberapa dampak buruk yang dapat ditimbulkan akibat kebiasaan tidur setelah makan, seperti dilansir dari Sleep Foundation.
4 Bahaya Tidur Setelah Makan
1. Meningkatkan Risiko Refluks Asam Lambung
Tidur setelah makan dapat menyebabkan refluks asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease).
Ketika tubuh dalam posisi berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menjaga isi lambung tetap di tempatnya.
Akibatnya, asam lambung bisa naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas di dada (heartburn), mulas, dan ketidaknyamanan di tenggorokan.
Baca juga: FAST Edukasi Siswa SMPN 1 Mengkendek Tentang Bahaya Kekerasan Seksual dan Pernikahan Anak
2. Memicu Sleep Apnea
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko sleep apnea, yaitu gangguan tidur serius yang menyebabkan pernapasan terhenti berulang kali selama tidur.
| BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2026 |
|
|---|
| 7.285 Peserta PBI JKN di Toraja Utara Dinonaktifkan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pemkab Tana Toraja Raih Penghargaan Universal Health Coverage Award 2026 |
|
|---|
| Pemkab Tana Toraja Gelar Upacara HUT ke-54 Korpri dan HKN ke-61 |
|
|---|
| Korupsi Dana BOK, Kadis P3APPKB Toraja Utara Dijebloskan ke Rutan Makale |
|
|---|