Sulsel Masuk Zona Merah PMK, Ternak di Gowa dan Takalar Paling Terdampak
Pengobatan untuk ternak yang positif melibatkan pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta antibiotik jika terjadi infeksi sekunder.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/08032024_sapi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meningkat di Indonesia, dengan Sulawesi Selatan kini masuk dalam zona merah.
Sejak akhir Desember 2024, lonjakan kasus dilaporkan terjadi secara signifikan di sejumlah daerah.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel, Nurlina Saking, kasus PMK tercatat di tujuh kabupaten, yaitu Gowa, Takalar, Sinjai, Makassar, Toraja Utara, Palopo, dan Bone.
"Kasusnya sangat sporadis. Namun ternyata ada peningkatan kasus di 7 kabupaten yang melaporkan tambahan kasus," kata Nurlina saat ditemui, Sabtu (25/1/2025).
Kabupaten Gowa mencatat kasus tertinggi dengan 900 ternak terjangkit, disusul Takalar dengan 600 kasus.
Secara total, jumlah ternak yang dilaporkan terjangkit mencapai 1.649 ekor, dengan satu kematian.
Baca juga: Puluhan Sapi di Palopo Diduga Terinfeksi PMK
Hingga kini, 115 ekor dinyatakan sembuh, sementara 1.533 ekor masih menjalani perawatan.
"Ini bukan kasus besar jika dibandingkan dengan populasi ternak Sulsel yang mencapai sekitar 900 ribu sapi, kambing, dan babi. Namun tetap perlu penanganan serius," jelas Nurlina.
Nurlina mengungkapkan gejala umum hewan yang terjangkit PMK, seperti air liur berbusa dan kental, serta lesi atau luka di mulut yang menyebabkan kesulitan makan.
Baca juga: 39 Ternak di Maros Terjangkit PMK
| Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan SKCK di Gowa Sulsel, Dokumen Dijual Mulai Rp15 Ribu |
|
|---|
| Tiga Oknum TNI di Gowa Diduga Peras Sopir Travel Rp30 Juta, Kini Diperiksa Pomdam Hasanuddin |
|
|---|
| Gedung Madrasah di Takalar Ambruk Saat Proses Pembangunan, Kepala Tukang: Musibah |
|
|---|
| Ditegur karena Bunyikan Musik Terlalu Keras, Mertua dan Menantu di Gowa Marah Tapi Berakhir Tewas |
|
|---|
| Klarifikasi Anggota DPRD Takalar yang Ditahan Kasus Penipuan: Tuding Polisi Terlibat |
|
|---|