Puluhan Sapi di Palopo Diduga Terinfeksi PMK
Gejala PMK pada sapi-sapi tersebut terdeteksi setelah para peternak melaporkan kondisi hewan mereka ke Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
TRIBUNTORAJA.COM, PALOPO – Puluhan sapi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dilaporkan menunjukkan gejala yang mengarah pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Gejala PMK pada sapi-sapi tersebut terdeteksi setelah para peternak melaporkan kondisi hewan mereka ke Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (DPPP) Kota Palopo.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPPP Palopo, Drh. Burhanuddin, menyampaikan laporan tersebut saat dihubungi Tribun-Timur.com pada Minggu (19/1/2024).
“Kami sudah dapat laporan dari masyarakat terkait kasus PMK di Kota Palopo sejak Sabtu lalu. Peternak yang melaporkan gejala PMK pada sapi ternaknya itu di Kelurahan Balandai, tepat di Lapangan Tembak milik Kodim,” ungkap Burhanuddin.
“Peternak di lapangan tembak itu memiliki sekitar 30 sapi dan kami menemukan gejala klinis yang menunjukkan PMK pada sapi tersebut,” lanjutnya.
Baca juga: Total 54 Ekor Sapi dan 11 Kambing Disembelih pada Iduladha 1445 Hijriyah
Penyebab dan Penanganan
PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ruminansia berkuku belah seperti sapi.
Sejumlah sapi di Lapangan Tembak diketahui tidak divaksinasi selama pandemi PMK pada tahun 2022.
“Saat kejadian tahun 2022, sapi di Lapangan Tembak itu tidak ada yang kami vaksin karena pemiliknya tidak bisa menangkap hewan ternaknya,” jelas Burhanuddin.
Baca juga: 39 Ternak di Maros Terjangkit PMK
DPPP Palopo telah mengimbau para peternak yang menemukan gejala PMK pada hewan ternaknya untuk segera memasukkan sapi ke dalam kandang dengan lantai kering guna mencegah penyebaran penyakit.
Sebagai langkah awal, pihak DPPP memberikan multivitamin kepada sapi-sapi di sekitar lokasi Lapangan Tembak.
Namun, vaksinasi hanya diberikan kepada ternak yang berada lebih dari 10 kilometer dari lokasi terdeteksinya kasus PMK.
Baca juga: Kasus PMK di Sulsel Meningkat, Tana Toraja Bakal Siapkan Seribu Dosis Vaksin
Larangan Penjualan Hewan Terindikasi PMK
Burhanuddin juga mengingatkan peternak untuk tidak menjual ternak yang terindikasi PMK.
“Kami mendapat informasi sudah ada peternak yang menjual sapinya dengan harga yang sangat murah karena takut mengalami kerugian lebih banyak. Sebenarnya tidak perlu terlalu panik sampai menjual dengan harga murah, lebih baik melapor ke petugas kesehatan hewan untuk diberi penanggulangan,” imbaunya.
Meskipun PMK tidak menular dari hewan ke manusia, petugas kesehatan tetap meminta agar pelaku usaha dan penyembelih hewan tidak memperjualbelikan tulang dan kulit sapi yang terinfeksi PMK.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Puluhan Sapi Terindikasi Gejala PMK di Palopo Sulsel, Peternak Diimbau Tak Panik"
| Di Palopo, Ada Spanduk Selamat Datang di Provinsi Luwu Raya |
|
|---|
| Longsor di Latuppa Palopo, Tiga Motor Tertimbun, Kejadian Ketiga Tahun Ini di Lokasi Sama |
|
|---|
| Jalur Alternatif Lewat Toraja Jauh dan Ekstrem, Nakes Puskesmas Bastem Nekat Lewati Jalan Longsor |
|
|---|
| Besok, Proyek Jalan Poros Tana Toraja–Palopo via Sumalu Mulai Dikerjakan, Anggaran Rp1,8 Miliar |
|
|---|
| Warga Bua Luwu Blokade Jalan Trans Sulawesi, Protes Rekrutmen PT BMS yang Dinilai Tak Adil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ternak-sapi-warga-sedang-memakan-hijauan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.