Minggu, 19 April 2026

Blokade Jalan Poros Palopo-Makassar Akhirnya Dibuka Pendemo

Mereka juga menumpuk batu dan mengecor sebagian jalan dengan semen setinggi sekitar 30 sentimeter.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Blokade Jalan Poros Palopo-Makassar Akhirnya Dibuka Pendemo
Tribun Toraja/ist
BLOKADE JALAN - Mahasiswa dan masyarakat Larompong-Larompong Selatan, Luwu, Sulsel, memblokade Jalan Poros Makassar-Palopo di gapura perbatasan Kabupaten Luwu-Wajo di Kecamatan Larompong Selatan. 

TRIBUNTORAJA.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat Larompong serta Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang menutup Jalan Poros Makassar–Palopo akhirnya berakhir pada Jumat (23/1/2026) malam.

Setelah memblokade ruas jalan sejak siang, massa secara bertahap membuka akses lalu lintas di titik perbatasan Luwu–Wajo, sehingga kendaraan dari arah utara maupun selatan kembali dapat melintas.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya, sekaligus mendorong pemekaran Kabupaten Luwu Tengah.

Dalam aksi itu, massa sempat menutup separuh badan jalan menggunakan mobil komando.

Mereka juga menumpuk batu dan mengecor sebagian jalan dengan semen setinggi sekitar 30 sentimeter.

Sejumlah ban bekas turut dibakar di badan jalan sebagai bentuk protes.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita, aparat kepolisian mulai melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup.

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu terlihat memimpin langsung pengamanan dan pengaturan kendaraan yang sempat mengular akibat penutupan jalan.

Sejak siang, massa bergantian menyampaikan orasi yang menuntut Presiden RI Prabowo Subianto mencabut moratorium pemekaran daerah, serta meminta pemerintah pusat mempercepat pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.

Salah seorang peserta aksi, Irwansyah, mengatakan massa bertahan hingga malam hari sebagai bentuk keseriusan perjuangan mereka.

“Walaupun sampai malam, kami tetap bertahan. Kami juga melaksanakan salat Magrib berjamaah di jalan sebagai wujud bahwa perjuangan ini dilakukan secara damai dan bermartabat,” ujarnya.

Usai salat berjamaah, massa aksi melanjutkan kegiatan dengan makan bersama.

Warga sekitar ikut memberikan dukungan logistik berupa makanan ringan, gorengan, roti, serta kopi bagi peserta aksi.

“Alhamdulillah, banyak warga sekitar yang peduli dan membawa makanan untuk kami,” kata Irwansyah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif meski arus lalu lintas sempat tersendat cukup panjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved