Sabtu, 9 Mei 2026

Kesehatan

Mana yang Lebih Sehat: Sayur Rebus, Tumis, atau Kukus?

Berikut adalah penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode memasak sayuran.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Mana yang Lebih Sehat: Sayur Rebus, Tumis, atau Kukus?
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM – Ada berbagai metode memasak sayuran, mulai dari merebus, mengukus, hingga menumis.

Setiap cara memiliki dampak berbeda terhadap rasa dan kandungan gizi.

Berikut adalah penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode memasak sayuran.

 

 

Merebus: Praktis Tapi Rentan Kehilangan Nutrisi

Merebus sayuran dilakukan dengan merendamnya dalam air mendidih hingga lunak.

Meski mudah dan cepat, metode ini memiliki kelemahan karena vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C, cenderung terbuang selama proses perebusan.

Contohnya, brokoli dan bayam berpotensi kehilangan sebagian besar kandungan vitaminnya jika direbus terlalu lama.

Namun, tidak semua sayuran kehilangan manfaatnya.

Penelitian menunjukkan bahwa wortel dan zukini justru memiliki peningkatan kadar antioksidan setelah direbus.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan durasi perebusan agar nutrisi tetap terjaga.

 

Baca juga: Segudang Manfaat Air Rebusan Kayu Manis dan Madu untuk Kesehatan

 

Mengukus: Mempertahankan Nutrisi Lebih Baik

Mengukus menggunakan uap panas tanpa merendam sayuran dalam air, sehingga lebih banyak vitamin dan mineral yang terjaga dibandingkan dengan metode perebusan.

Selain itu, uap panas membantu mengurangi residu pestisida pada permukaan sayuran.

Meski begitu, beberapa nutrisi tetap berkurang meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit.

Antioksidan dalam brokoli, misalnya, akan tetap mengalami sedikit penurunan saat dikukus.

Kendati demikian, mengukus dianggap sebagai salah satu metode terbaik untuk menjaga kandungan gizi sayuran.

 

Baca juga: Segudang Manfaat Lengkuas Untuk Kesehatan

 

Menumis: Lezat dan Menambah Antioksidan

Menumis melibatkan penggunaan minyak, yang sering kali diasosiasikan dengan peningkatan kalori.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa menumis dengan minyak zaitun dapat meningkatkan kadar fenol, senyawa antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan dan memperkuat daya tahan tubuh.

Profesor Cristina Samaniego Sanchez dari University of Granada menyatakan bahwa menumis dengan minyak zaitun tidak hanya meningkatkan lemak sehat, tetapi juga menjaga kadar nutrisi dalam sayuran.

Meski demikian, menumis berpotensi menambah kepadatan energi karena penyerapan minyak ke dalam sayuran.

 

Baca juga: Segudang Manfaat Teh Kayu Manis, Bisa Turunkan Gula Darah hingga Cegah Penyakit Jantung

 

Mana yang Paling Direkomendasikan?

  • Mengukus adalah metode terbaik untuk menjaga vitamin dan mineral tetap utuh.
  • Menumis dengan minyak zaitun cocok bagi yang ingin meningkatkan cita rasa sekaligus menambah kandungan antioksidan.
  • Merebus tetap menjadi pilihan praktis untuk jenis sayuran tertentu seperti wortel dan zukini, yang kadar antioksidannya meningkat setelah perebusan.

Memilih metode memasak yang tepat dapat membantu menjaga gizi dalam sayuran dan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved