Selasa, 19 Mei 2026

16 Nenek-nenek di Maros Diwisuda sebagai Sarjana Lansia

Salah satu wisudawan, Muhammad Nur (75), berbagi cerita inspiratifnya. Ia memulai pendidikan pada 27 Juli 2023 dan menempuhnya selama 17 bulan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto 16 Nenek-nenek di Maros Diwisuda sebagai Sarjana Lansia
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah lansia mengikuti wisudah sekolah lansia tingkat provensi Sulsel yang berlangsung di Hotel Swissbell Inn Panakkukang, Makassar, Selasa (01/10/2024). Kegaitan yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan ini diikuti sebanyak 80 lansia yang akan menjadi insan mandiri dan produktif dalam kehidupan, melalui lansia yang SMART (Sehat, aktif,mandiri, produktif dan bermartabat). Selain itu, lulusan sekolah lansia ini dapat menjadi motivator bagi lansia lain agar tetap bersemangat dan berkarya dalam masyarakat. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAROS – Sebanyak 16 lansia di Kabupaten Maros resmi mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung di Baruga B, Kantor Bupati Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (11/12/2024).

Para lansia ini berhasil menyelesaikan program pendidikan khusus bagi usia lanjut setelah menjalani proses belajar selama tujuh bulan.

Dalam acara tersebut, Bupati Maros, Chaidir Syam, memindahkan tali toga sebagai tanda kelulusan para peserta.

 

 

Ia menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Maros untuk memberikan akses pendidikan kepada lansia dan menciptakan komunitas yang lebih inklusif.

“Mereka telah mengikuti pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing, dan kami memberikan gelar Sarjana Lansia (SL) kepada mereka,” ujar Chaidir.

 

Baca juga: Universitas Al Azhar Kairo Mesir Wisuda 40 Dai Muda dan Imam Masjid dari Sulsel, Sulbar, dan Kalsel

 

Pendidikan Berjenjang untuk Lansia

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, menjelaskan bahwa program pendidikan ini memiliki durasi fleksibel, mulai dari enam bulan hingga satu tahun, dengan minimal 12 pertemuan.

Program ini dirancang untuk melibatkan berbagai aspek pembelajaran, seperti agama, lingkungan, hingga olahraga, yang bertujuan lebih pada membangun hubungan sosial dan menjaga kesehatan mental serta fisik lansia.

“Program ini bukan sekadar mengajarkan membaca atau menulis, tetapi lebih untuk menciptakan komunitas yang sehat dan aktif secara sosial,” kata Shodiqin, dilansir Tribun Timur.

 

Baca juga: UKI Toraja Wisuda 872 Mahasiswa, Lulusan Terbaik dari FKIP

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved