Rabu, 8 April 2026

Cegah Murid Keracunan, Guru dan Kepsek di Maros Cicipi Menu MBG Lebih Dulu

Program MBG yang sudah berjalan sebulan di sekolah ini disambut antusias oleh 179 siswa. 

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Cegah Murid Keracunan, Guru dan Kepsek di Maros Cicipi Menu MBG Lebih Dulu
Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
KERACUNAN MAKANAN - Pelajar SMK Doa Bangsa, Kabupaten Sukabumi, Jabar, saat dirawat di IGD RSUD Palabuhanratu, Rabu (24/9/2025) malam. Mereka diduga keracunan makanan sudah menyantap menu MBG. 

TRIBUNTORAJA.COM – Menjamin keamanan dan mencegah risiko siswa keracunan makanan, guru dan kepala SDN 34 Pakere, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, lebih dulu mencicipi Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Prosedur ini dilakukan sebelum MBG dibagikan kepada ratusan siswa.

Program MBG yang sudah berjalan sebulan di sekolah ini disambut antusias oleh 179 siswa. 

Kepala SDN 34 Pakere, Mulkin, mengungkapkan bahwa ia dan para guru secara rutin mencicipi setiap menu MBG sebelum disajikan kepada anak-anak.

"Ini sebagai bentuk pengawasan dan memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak," jelas Mulkin saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/9/2025).

Langkah preventif ini diambil untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan atau potensi keracunan dari makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.

Pembagian makanan MBG dilakukan saat jam istirahat, pukul 09.15 Wita, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Setelah dibagikan, siswa diarahkan untuk berdoa bersama dan guru-guru tetap mendampingi serta mengawasi.

Di luar aspek keamanan pangan, Mulkin menyebut program MBG ini memberikan dampak positif signifikan.

Selain menambah asupan gizi, anak-anak juga menjadi terbiasa dengan budaya makan bersama.

Salah satu siswa kelas 5, Nurul Muyassarah, mengaku senang karena menu makanan yang disediakan selalu bervariasi, sehingga ia tidak bosan.

"Hari ini ada telur balado, tempe, dan buah kelengkeng. Rasanya enak sekali," ujarnya.

Siswa lainnya, Nur Mulya, mengaku uang jajan mereka kini bisa ditabung karena tidak perlu lagi membeli jajanan di luar sekolah.

Sementara itu, terkait sisa makanan, Mulkin menjelaskan bahwa sisa makanan yang tidak habis akan dibersihkan oleh petugas untuk pakan ternak.

Namun, ada juga siswa yang membawa tempat makan dari rumah dan membawa sisa makanan mereka pulang.(nurul)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved