Jumat, 24 April 2026

Bupati Tana Toraja Ingatkan Pengelola Dapur MBG Harus Berdayakan Masyarakat Sekitar

Dalam sambutannya, Bupati Zadrak Tombeg secara khusus menyoroti pelaksanaan Program Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). 

Tayang:
zoom-inlihat foto Bupati Tana Toraja Ingatkan Pengelola Dapur MBG Harus Berdayakan Masyarakat Sekitar
Tribun Toraja/Anastasya Saidong Ridwan
MUSRENBANG - Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Wakil Bupati, Erianto L Paudanan, bersama Ketua TP-PKK Erni Yetti Riman, duduk dihadapan para tamu undangan saat menghadiri Musrembang Kecamatan Makale Selatan, Rabu (21/1/2026), yang dilaksanakan di Halaman Puskesmas Sandabilik, Kakobi, Kelurahan Sandabilik, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja. Dalam pertemuan ini Bupati menekankan dukungan warga lokal dalam Program MBG. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Makale Selatan yang digelar di Halaman Puskesmas Sandabilik, Kakobi, Kelurahan Sandabilik, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penyuluh pertanian Kecamatan Makale Selatan, penyuluh agama, Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja periode 2021-2026, Viktor Datuan Batara, serta seluruh kepala lembang, lurah, kepala dusun, dan aparat desa se-Kecamatan Makale Selatan.

Musrenbang tingkat kecamatan ini bertujuan untuk menampung usulan dan aspirasi dari masing-masing lembang dan kelurahan di Makale Selatan, sebagai bahan penyusunan program dan anggaran tahun 2027 yang dibahas pada tahun 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Zadrak Tombeg secara khusus menyoroti pelaksanaan Program Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam dapur MBG yang melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima, termasuk siswa, balita, lansia, dan ibu hamil.

Menurutnya, dapur MBG harus benar-benar memberdayakan masyarakat sekitar, baik dari sisi tenaga kerja maupun penyediaan bahan pangan.

“Kita akan melakukan validasi dapur umum, apakah benar menggunakan SDM dari warga sekitar. Bupati diperintahkan untuk memastikan bahwa masyarakat di sekitar dapur MBG benar-benar dilibatkan,” ujar Zadrak dihadapan berdiri masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh bahan pokok dapur MBG harus berasal dari wilayah sekitar dapur, dan tidak diperbolehkan memasukkan bahan makanan dari luar daerah.

Lebih lanjut, Zadrak mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari program MBG dengan menanam sayuran serta beternak ayam petelur. 

Ia mencontohkan salah satu peternakan ayam petelur di Sangalla yang mampu menghasilkan hingga 15 rak telur per hari.

“Uangnya sudah ada, tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang ini,” katanya.

Zadrak juga menyebutkan bahwa alokasi anggaran MBG sebesar Rp10 ribu per kepala, sehingga membutuhkan pasokan bahan pangan yang berkelanjutan. 

Untuk itu, ia meminta seluruh kepala lembang dan lurah agar mendukung petani dan masyarakat untuk menjadi suplier dapur MBG di wilayah masing-masing.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved