Kesehatan
Mengantuk? Makanan Ini Ampuh Usir Rasa Kantuk
Jika Anda merasa mudah mengantuk tanpa alasan yang jelas, terutama jika disertai dengan gejala 3P, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-ketiduran-istirahat-tidur-siang-932023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kantuk adalah sinyal alami dari tubuh yang menunjukkan kebutuhan untuk beristirahat.
Berbagai faktor bisa memicu rasa kantuk, termasuk peningkatan zat-zat tertentu dalam tubuh seperti insulin.
Namun, ternyata ada beberapa makanan yang dapat membantu mengatasi kantuk. Salah satunya adalah kacang almond.
Kacang almond kaya akan magnesium yang meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, serta mengandung protein tinggi yang dapat mengurangi rasa kantuk.
Selain itu, buah beri seperti blueberry, raspberry, dan blackberry mengandung antioksidan kuat, karbohidrat penambah energi, serta nutrisi lain yang membantu tubuh dan pikiran pulih dari stres.
Berikut adalah beberapa makanan yang dapat membantu mengatasi kantuk, dikutip dari Health Sleep.
Baca juga: Jangan Diabaikan! Ini Gejala Awal Diabetes
Makanan yang Membantu Mengatasi Kantuk
Gandum Utuh
Oatmeal adalah sumber karbohidrat rendah glisemik yang memberikan energi secara perlahan.
Nutrisi dalam oat seperti niasin, thiamin, dan folat membantu tubuh memetabolisme energi.
Kacang Almond
Almond kaya akan magnesium yang membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, serta mengandung protein tinggi untuk mengurangi rasa kantuk di siang hari.
Baca juga: Segudang Manfaat Bayam Merah untuk Kesehatan, Bisa Cegah Diabetes
Sayuran Berdaun Gelap
Sayuran seperti bayam dan kangkung kaya akan zat besi, yang penting untuk sirkulasi sel darah merah dan membantu meningkatkan kewaspadaan serta konsentrasi.
Alpukat
Alpukat mengandung banyak nutrisi seperti vitamin B, kalium, dan serat.
Lemak sehat dalam alpukat memberi energi dan membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga mencegah penurunan gula darah yang drastis.
Baca juga: 5 Obat Herbal Diabetes, Mudah Didapat dan Ampuh
Cokelat Hitam
Cokelat hitam kaya akan antioksidan dan membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Kandungan kafeinnya yang rendah dapat memberikan peningkatan energi secara stabil tanpa membuat gelisah.
Pisang
Pisang mengandung fruktosa, glukosa, dan sukrosa yang memberikan peningkatan energi dengan cepat dan menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.
Daging Putih Tanpa Lemak
Daging putih seperti ayam atau kalkun membantu tubuh memproduksi orexin, hormon yang menjaga kewaspadaan.
Meskipun kalkun mengandung triptofan yang dapat menyebabkan kantuk, konsumsinya dalam jumlah kecil tetap bermanfaat.
Baca juga: Studi Terbaru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Beras Merah
Beras merah mengandung serat, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih.
Karbohidrat kompleks dalam beras merah memberikan energi yang lebih stabil dan tahan lama.
Ikan Berlemak
Ikan seperti salmon, tuna, dan sarden kaya akan protein dan omega-3, yang tidak hanya meningkatkan fungsi otak tetapi juga mengurangi peradangan yang bisa menyebabkan kelelahan.
Buah Beri
Blueberry, raspberry, dan blackberry mengandung antioksidan kuat, karbohidrat penambah energi, serta nutrisi lain yang membantu tubuh dan pikiran pulih dari stres.
Dengan mengatur pola makan yang tepat dan memilih makanan yang mendukung energi tubuh, Anda dapat mengatasi rasa kantuk dan tetap produktif sepanjang hari.
Baca juga: Perhatikan Tanda-tanda Diabetes, Ada 8 Gejala yang Perlu Diwaspadai
Bisa Jadi Gejala Diabetes
Selain itu, rasa kantuk yang berlebihan ternyata bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang serius.
Salah satu penyakit yang memiliki gejala ini adalah diabetes melitus.
Hal ini disampaikan oleh dr. Shelly Laksmisari, SpPD, FINASIM, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospital Balikpapan.
Baca juga: Hindari 5 Jenis Ikan Ini Jika Anda Penderita Diabetes
Menurut dr. Shelly, meskipun rasa kantuk sering kali dikaitkan dengan kurang tidur, ada beberapa penyebab lain yang perlu diwaspadai.
Faktor-faktor seperti gangguan oksigenasi ke otak, masalah metabolisme, dan gangguan hormon seperti hipotiroidisme dapat menyebabkan kantuk berlebihan.
Selain itu, diabetes juga menjadi salah satu penyebab kantuk yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Cegah Diabetes
Diabetes melitus menyebabkan ketidakstabilan kadar gula darah, yang dapat membuat seseorang mudah mengantuk.
"Kadar gula yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah alias tidak stabil akan menyebabkan mudah mengantuk," ucapnya, Jumat (10/5/2024).
Selain rasa kantuk, Shelly mengungkapkan bahwa ada beberapa tanda lain dari diabetes yang dikenal dengan istilah 3P:
- Poliuria: Kondisi di mana seseorang sering buang air kecil dan memproduksi urin berlebihan.
- Polifagia: Nafsu makan yang meningkat, sering merasa lapar.
- Polidipsi: Rasa haus yang berlebihan dan sering merasa haus.
Baca juga: Kenali 6 Ciri-ciri Seseorang Menderita Diabetes, Perhatikan Kulitnya
"Mudah mengantuk adalah gejala ringan. Sedangkan 3P tadi adalah gejala yang lebih serius dan harus segera diperiksa, terutama jika terjadi penurunan atau kenaikan berat badan tanpa sebab," pungkasnya dikutip dari Antara.
Deteksi dini gejala diabetes sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jika Anda merasa mudah mengantuk tanpa alasan yang jelas, terutama jika disertai dengan gejala 3P, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu mengendalikan diabetes dan menjaga kualitas hidup Anda.
(*)
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.