Sungai Sadan Meluap
Dampak Sungai Sa'dan Meluap, Tanah Ambles di Kapala Pitu Toraja Utara
Longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang merenggut 20 korban jiwa terjadi di dua lokasi dengan selang waktu sekitar 3 jam.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tanah3dsw.jpg)
4. Dikunjungi Mensos, Tiap Ahli Waris Dapat Santunan Rp15 Juta
Tiga hari setelah longsor, Rabu (17/4/24), Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, mengunjungi lokasi longsor dan menemui pengungsi di posko pengungsian Kampung Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (17/4/2024).
Risma ke Toraja menggunakan helikopter dan mendarat di Bandara Buntu Kunyi, pukul 10.30 Wita.
Dalam kunjungannya, Risma menyerahkan santunan kepada ahli waris korban.
Ahli waris korban meninggal masing-masing mendapat santunan Rp15 juta, sedangkan korban luka menerima santunan Rp5 juta yang diberikan kepada dua orang.
5. Warga Sekitar Lokasi Longsor Akan Direlokasi
Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor akan direlokasi ke tempat yang aman.
Relokasi bukan hanya bagi warga sekitar longsor Kampung Palangka dan Desa Randan Batu, namun juga di lokasi-lokasi lain yang rawan terjadi longsor.
6. Bencana Alam dengan Korban Terbanyak dalam 40 Tahun Terakhir
Longsor yang merenggut 20 nyawa di Kampung Palangka dan Desa Randan Batu, merupakan bencana alam dengan jumlah korban terbesar yang terjadi Tana Toraja.
"Setidaknya dalam 30-40 tahun terakhir, baru kali ini terjadi bencana alam yang merenggut banyak korban jiwa," ujar Bupati Tana Toraja, Theofilus Alloreng.(*)