Sungai Sadan Meluap
Dampak Sungai Sa'dan Meluap, Tanah Ambles di Kapala Pitu Toraja Utara
Longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang merenggut 20 korban jiwa terjadi di dua lokasi dengan selang waktu sekitar 3 jam.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tanah3dsw.jpg)
Longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang merenggut 20 korban jiwa terjadi di dua lokasi dengan selang waktu sekitar 3 jam.
Longsor pertama terjadi di Kampung Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale pada Sabtu (13/4/24) pukul 23.30 Wita.
Longsor menimbun sebuah rumah yang di dalamnya ada 18 orang.
16 meninggal dan dua selamat.
18 orang korban ini, tidak semuanya penghuni rumah.
Ada juga keluarga dan tetangga yang kebetulan mengunjungi rumah tersebut untuk menghadiri undangan pelepasan salah satu anak dari pemilik rumah yang akan kembali ke perantauannya di Kalimantan.
Longsor kedua terjadi di Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan pada Minggu (14/4/24) sekitar pukul 03.00 Wita.
Longsor di Randan Batu menerjang sebuah rumah yang di dalamnya ada 6 orang.
4 meninggal dua selamat.
Total korban meninggal dari dua lokasi ini 20 orang.
2. Pencarian Korban Dilakukan 3 Hari, Reno Ditemukan Tanpa Kepala
Pascalongsor, warga langsung melakukan pencarian terhadap para korban.
Di Kampung Palangka, Kelurahan Manggau, warga langsung menemukan 3 korban. Dua selamat, satu meninggal.
Pagi harinya, Minggu (14/4/24), tim SAR gabungan mulai berdatangan untuk melakukan pencarian.
Hingga Minggu malam, warga dan tim SAR berhasil menemukan 14 korban. 12 meninggal 2 selamat.