Sungai Sadan Meluap
Dampak Sungai Sa'dan Meluap, Tanah Ambles di Kapala Pitu Toraja Utara
Longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang merenggut 20 korban jiwa terjadi di dua lokasi dengan selang waktu sekitar 3 jam.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tanah3dsw.jpg)
Salah satu korban meninggal yang ditemukan, Reno, bocah 2 tahun, ditemukan tanpa kepala.
Pada Senin (15/4/24) sore, tim SAR kembali menemukan dua korban dalam keadaan meninggal, yakni Sopia (23) dan putrinya Gea (3).
Pada Selasa (16/4/24) pagi, tim SAR berhasil menemukan kepala Reno.
Setelah menemukan kepala Reno, operasi pencarian ditutup.
Untuk longsor di Desa Randan Batu, warga dan tim SAR berhasil menemukan ke-6 korban beberapa jam setelah kejadian atau pada MInggu (14/4/24).
3. Ratusan Orang Mengungsi, 70 Diantaranya Anak-anak
Longsor yang menghancurkan dua rumah di Palangka dan Randan Batu, juga membuat puluhan rumah mengalami kerusakan.
Sebagian besar mengalami retak pada dinding rumah.
Kondisi ini membuat puluhan kepala keluarga dengan ratusan jiwa memilih mengungsi.
Selain khawatir dengan kondisi rumahnya, mereka juga takut akan adanya longsor susulan.
Apalagi, kampung mereka masih terus diguyur hujan.
Dari ratusan warga yang mengungsi, 70 diantaranya anak-anak dan saat ini mengikuti trauma healing yang dilaksanakan Kementerian Sosial.
Pekerja Sosial Kementerian Sosial, Rano Saputra, mengatakan akan dilakukan assessment berkelanjutan untuk anak-anak yang perlu penanganan lebih lanjut untuk pemulihan kondisi psikososial mereka.
“Anak-anak yang perlu penanganan lebih lanjut, pemulihan kondisi psikososialnya, akan lakukan rujukan ke Kementerian Sosial melalui UPT mereka, namanya sentra-sentra,” tutup Rano.
Menurutnya, ada dua anak perlu penanganan khusus, sebab mereka tidak mau kembali ke rumahnya akibat trauma.