Sungai Sadan Meluap
Dampak Sungai Sa'dan Meluap, Tanah Ambles di Kapala Pitu Toraja Utara
Longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan yang merenggut 20 korban jiwa terjadi di dua lokasi dengan selang waktu sekitar 3 jam.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/tanah3dsw.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Hujan deras yang mengguyur Toraja Utara pada Senin Senin (22/4/2024), menyebabkan air Sungai Sa'dan meluap.
Puluhan rumah di bantaran sungai terendam pada Senin malam.
Pemukiman terendam mulai dari poros Palawa-Sadan, poros Malango, hingga jembatan Alang-alang, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Banjir baru surut pada Selasa (23/4/2024) dinihari.
Hujan yang terjadi pada Senin, juga menyebabkan tanah ambles di wilayah Ke'pe, Kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara, pada Selasa (23/4/2024).
Kecamatan Kapala Pitu berjarak 15 KM dari pusat Kota Rantepao.
Kecamatan Kapala Pitu salah satu kecamatan di wilayah pegunungan di Toraja Utara.
Jefry Lumantang (25), warga Ke'pe, mengatakan sebuah lumbung nyaris ambruk akibat tanah ambles.
Ia mengatakan bahwa hujan sejak Senin (22/4/2024) sore hingga Selasa (23/4/2024) pagi, menjadi salah satu faktor tanah amblas.
"Hujan memang cukup intens sejak sore kemarin, ini lagi mulai mendung, semoga kalaupun hujan tidak membuat hingga terjadi longsor," tuturnya.
Longsor di Makale
Pada 13 April lalu, warga Toraja Raya, meliputi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Provinsi Sulsel, berduka.
Sebanyak 16 warga Kampung Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale dan 4 warga Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, meninggal tertimbun longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Berikut 6 fakta longsor Tana Toraja.
1. Terjadi di 2 Lokasi Pada Waktu Hampir Bersamaan