Selasa, 9 Juni 2026

Cara SMAN 1 Toraja Utara Peringati Hari Kartini, Siswa Pakai Batik, Siswi Berkebaya

kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Cara SMAN 1 Toraja Utara Peringati Hari Kartini, Siswa Pakai Batik, Siswi Berkebaya
Tribun Toraja/Zul Fadli
HARI KARTINI - Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, siswa siswi SMA Negeri 1 Toraja Utara, Sulsel, mengenakan busana batik dan kebaya, Selasa (21/4/2026). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, siswa siswi SMA Negeri 1 Toraja Utara, Sulsel, mengenakan busana batik dan kebaya, Selasa (21/4/2026).

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Feronika Tonapa, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari program kerja OSIS yang telah berlangsung secara turun-temurun di sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini kepada para siswa.

“Melalui penggunaan batik dan kebaya, kami ingin mengingatkan siswa akan identitas budaya bangsa sekaligus perjuangan Kartini,” ujarnya saat ditemui di  sekolahnya.

Ia berharap, peringatan ini dapat memicu rasa ingin tahu siswa terhadap makna Hari Kartini, sekaligus menanamkan nilai kesetaraan gender tanpa diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

“Harapan kami, siswa bisa terinspirasi dari perjuangan Kartini untuk meraih cita-cita tanpa memandang perbedaan gender,” tambahnya.

Feronika juga menuturkan, penggunaan kebaya bagi siswi dan batik bagi siswa laki-laki menjadi simbol identitas nasional yang perlu dilestarikan.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Toraja Utara, Mayelthry Theoloan, menyebut kegiatan tersebut telah menjadi tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

“Ini sudah menjadi kebiasaan di sekolah kami sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Kartini,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan, karena siswa yang tidak memiliki kebaya atau batik diperbolehkan mengenakan seragam batik sekolah.

Menurutnya, kebijakan ini memberi dampak positif karena siswa dapat lebih mengenal dan menghargai budaya Indonesia melalui penggunaan batik dan kebaya di lingkungan sekolah.

Ia berharap, peringatan Hari Kartini dapat semakin menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya bangsa serta menghargai perjuangan para pahlawan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved