Lewat Pameran Temporer, Disbudpar Perkenalkan Batik Toraja Sebagai Batik Tertua Nusantara
panitia ingin menunjukkan bahwa batik Toraja memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri dibanding batik dari daerah lain.
Penulis: Lilianti Ariyani Saalino | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/epala-UPTD-Museum-Pongtiku-Bartolomius-Saalino-43.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Pameran Temporer di Kampung Wisata Budaya, Karassik Hills, Kamis-Sabtu (21–23/8/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan warisan budaya Toraja kepada masyarakat luas.
Pameran dihadiri oleh jajaran pemerintahan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, siswa-siswi SMPN 2 Rantepao bersama guru pendamping, serta tim UPTD Museum Pongtiku.
Acara resmi dibuka oleh Bartolomius Saalino yang merupakan Kepala UPTD Museum Pongtiku.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pengenalan batik Toraja kepada generasi muda.
Tema yang diangkat dalam pameran ini adalah “Batik Toraja Sebagai Batik Tertua Nusantara”.
Melalui tema ini, panitia ingin menunjukkan bahwa batik Toraja memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri dibanding batik dari daerah lain.
“Kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan batik kita sebagai batik pertama dan tertua di Nusantara,” ucap Bartolomius Saalino di sela pameran.
Selain memperkenalkan batik, alasan utama mengundang para siswa adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya budaya Toraja.
Karena saat ini pemahaman generasi muda terhadap budaya sedang mengalami krisis.
“Yah tujuan utama juga kegiatan ini ialah untuk memberikan semangat bagi para siswa, seperti yang dikatakan tadi Pak Lukman (panitia acara) bahwa kita di Toraja berada krisis pemahaman budaya,” tambahnya.
Dengan adanya pameran ini, generasi muda diharapkan mampu melihat bahwa budaya Toraja adalah sesuatu yang mahal dan bernilai tinggi.
Pameran Temporer di Karassik Hills ini bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga momentum untuk mempertegas bahwa Toraja memiliki peran penting dalam sejarah batik di Nusantara.(*)
| Malam di Pasar Seni Makale Menggeliat Kembali Lewat Pameran Produk Unggulan Tana Toraja |
|
|---|
| Kecamatan Makale Utara Angkat Potensi Kriya Lokal di Pameran Produk Unggulan Tana Toraja 2025 |
|
|---|
| Bule Swedia Nyanyi Lagu Tasi Pagarri Mo di Pembukaan Pameran Produk Unggulan Tana Toraja |
|
|---|
| Hari Batik Nasional, Bagian III: Mengenal Batik Toraja |
|
|---|
| Hari Batik Nasional, Bagian II: Ragam Batik Asli Indonesia |
|
|---|