Kamis, 21 Mei 2026

Sebut Bansos El Nino untuk Dongkrak Suara Paslon 02, Faisal Basri: Seolah Kita Semua Bodoh

Faisal juga mencatat bahwa praktik politik gentong babi atau pork barrel tampaknya telah hadir di Indonesia untuk memperpanjang masa kekuasaan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Sebut Bansos El Nino untuk Dongkrak Suara Paslon 02, Faisal Basri: Seolah Kita Semua Bodoh
tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto berpelukan dengan atlet pencak silat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Faisal Basri, seorang saksi ahli yang dihadirkan oleh Tim Anies-Muhaimin (AMIN) dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, menegaskan bahwa bantuan sosial El Nino diduga dimanfaatkan untuk mendongkrak dukungan bagi paslon tertentu pada Pilpres 2024.

Dalam kesaksiannya di sidang tersebut pada Senin (1/4/2024), Faisal Basri menyampaikan, "Hanya itu, berdasarkan data. Ini sangat menyakitkan dan seolah-olah kita semua dianggap bodoh."

Lebih lanjut, Faisal Basri menilai bahwa program bansos yang dikaitkan dengan El Nino merupakan tindakan yang tidak beralasan.

 

 

Baginya, tidak terdapat lonjakan drastis dalam kondisi cuaca ekstrem atau penurunan signifikan dalam panen.

Faisal menyoroti bahwa produksi beras hanya mengalami penurunan sebesar 6 ribu ton, namun reaksi yang ditimbulkan seakan-akan situasi itu sangat parah.

“Produksi beras cuma turun 6 ribu ton, tapi seolah-olah kita mau kiamat. Diimporlah 3 juta ton beras, logikanya kalau 3 juta ton beras digelontorkan ke pasar tidak mungkin harga beras mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Februari yang lalu,” ujar Faisal Basri.

 

Baca juga: Timnas AMIN: Pilpres 2024 Tidak Jujur dan Adil karena Jokowi Berpihak ke Paslon 02

 

“Jadi kita impor ini untuk apa kalau tidak untuk stabilisasi pangan. Tujuan impor kan karena pasokan di dalam negeri terbatas sehingga pasokan terbatas, sehingga harga naik, oleh karena itu ada stabilisasi. Kita tidak bisa menunggu panen sebelumnya, kita impor, impornya 3 juta ton padahal penurunan produksinya 600 ribu.”

Faisal juga mencatat bahwa praktik politik gentong babi atau pork barrel tampaknya telah hadir di Indonesia untuk memperpanjang masa kekuasaan politik dinasti.

Secara terang-terangan, menurut Faisal, Presiden Jokowi memiliki kepentingan untuk memenangkan putranya yang tengah mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden untuk melanjutkan dinasti politiknya.

 

Baca juga: Kubu AMIN Seret Nama Luhut hingga Erick Thohir di Sidang Sengketa Pilpres 2024

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved