Senin, 4 Mei 2026

Sidang Sengketa Pilpres 2024

Kubu AMIN Seret Nama Luhut hingga Erick Thohir di Sidang Sengketa Pilpres 2024

Bambang mengungkap bahwa Airlangga Hartarto diduga mempolitisasi bantuan sosial (bansos) di wilayah Mandalika.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kubu AMIN Seret Nama Luhut hingga Erick Thohir di Sidang Sengketa Pilpres 2024
Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar dan kuasa hukum AMIN menyelesaikan sidang perdana sengketa Pilpres di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024) 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Bambang Widjojanto, anggota Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), mengungkapkan sejumlah Menteri Indonesia Maju yang diduga terlibat dalam upaya memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (27/3/2024), Bambang menyebut beberapa nama, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

 

 

"Pasukan Prabowo tampaknya melibatkan beberapa anggota kabinet dan pejabat negara dalam upaya memenangkan kontestasi, dengan atau tanpa persetujuan dari Presiden Jokowi," ujarnya.

"Aku akan menyebutkan beberapa nama saja, meskipun ada banyak menteri yang terlibat," tambahnya.

Bambang mengungkap bahwa Airlangga Hartarto diduga mempolitisasi bantuan sosial (bansos) di wilayah Mandalika.

 

Baca juga: Tim Hukum AMIN: Suara Prabowo-Gibran Melonjak Karena Peran Jokowi dan Bansos

 

Sementara Luhut Binsar Pandjaitan disebut memberikan dukungan terhadap Prabowo di berbagai media dan platform media sosial.

Bambang juga menyoroti peran Erick Thohir yang tidak mengambil cuti atau mengundurkan diri dari jabatannya meskipun terlibat dalam serangkaian kampanye.

Lebih lanjut, Bambang juga menyinggung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan kesiapannya untuk memberikan tambahan suara 4 persen untuk Prabowo-Gibran dan memberikan arahan kepada penyuluh agama di seluruh Indonesia.

 

Baca juga: Gugat Hasil Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Untuk Jaga Kewarasan

 

Selain itu, ada juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang diduga mengerahkan petugas bimbingan teknis ke berbagai daerah untuk menggalang dukungan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved